Oleh Much. Khoiri Melakukan kerja kebudayaan bisa dilakukan lewat jalur formal dan jalur nonformal. Orang yang memiliki kedudukan formal, semisal pejabat publik, ia akan mampu menggunakan wewenang dan otoritasnya untuk menggerakkan dan menghidupkan kegiatan kebudayaan. Sementara itu, orang kebanyakan, yang tidak memiliki kedudukan formal, ia bisa menggunakan sarana lain untuk berjuang. Salah satu sarana perjuangan kebudayaan mereka yang tidak berwenang adalah menulis—yakni menuliskan apa yang seharusnya disampaikan kepada masyarakat pembaca. Mereka bekerja dalam “jalur sunyi”, jauh dari kegaduhan dan riak-riak … Continue reading “LEWAT KARMINA, MEREKA BERSUARA (Kata Pengantar)”
Prakata Buku Menyuarakan Creative (Nonfiction) Writing dari Ruang Ketiga
Posted on September 15, 2024September 15, 2024Categories Galeri Buku 530 Comments on Prakata Buku Menyuarakan Creative (Nonfiction) Writing dari Ruang KetigaOleh Much. Khoiri Judul Menyuarakan Creative (Nonfiction) Writing dari Ruang Ketiga Penulis Much. Khoiri Penerbit Kamila Press, Lamongan Tebal 306 + xii Selamat datang di forum silaturhami dan diskusi dengan buku ini, sebuah buku yang lahir dari rahim pemikiran kreatif tentang berbagai fenomena di sekitar penulis. Inilah buku yang menghimpun tulisan-tulisan berbasis fakta dengan olahan intuisi dan refleksi, ketimbang dengan analisis akademik empirik yang njelimet. Pendekatan demikian dimaksudkan untuk mendekatkan ruang dan tema tulisan kepada pembaca tanpa memaksa mereka mengernyitkan … Continue reading “Prakata Buku Menyuarakan Creative (Nonfiction) Writing dari Ruang Ketiga”
MENGABADIKAN PENGALAMAN BERSAMA BAPAK: Sebuah Kata Pengantar
Posted on September 8, 2024Categories Uncategorized 276 Comments on MENGABADIKAN PENGALAMAN BERSAMA BAPAK: Sebuah Kata PengantarOleh Much. Khoiri Apa yang orang dengar dan ingat akan lenyap, apa yang orang katakan terlupakan, dan bahkan apa yang orang lakukan akan tak akan berbekas—kecuali semua itu diabadikan menjadi tulisan. Tulisan menjadi sarana pengabadi bagi memori, ungkapan, maupun tindakan manusia. Ketika memori, ungkapan, dan tindakan mengabadi dalam tulisan, orang lain akan berkesempatan untuk membaca, memahami, dan memetik hikmahnya—bahkan mengembangkannya ke dalam karya lainnya. Di situlah tempat kondusif bagi tumbuhnya kontinuitas pengetahuan manusia dari masa ke masa. Demikianlah kira-kira yang … Continue reading “MENGABADIKAN PENGALAMAN BERSAMA BAPAK: Sebuah Kata Pengantar”
Menulis Buku untuk Warisan (Legacy)
Posted on August 4, 2024August 4, 2024Categories Literasi 4,091 Comments on Menulis Buku untuk Warisan (Legacy)Oleh Much. Khoiri Pada hari Sabtu, 3 Agustus 2024, saya memenuhi undangan Media Pendidikan Plus untuk menyampaikan materi Training of Trainer (TOT) kepada puluhan guru penulis. Dalam momen itu saya menyampaikan materi tentang menulis buku untuk warisan (legacy). Untuk sahabat di luar forum, saya ingin membagi substansi gagasan materi saya lewat tulisan ini. Mari mulai dari titik ini: Jika kita berbicara warisan, yang terlintas dalam pikiran kita biasanya memang berupa harta benda. Ahli warisnya biasanya akan menerima limpahan warisan itu … Continue reading “Menulis Buku untuk Warisan (Legacy)”
Kata Pengantar Nadhira 2: Hadiah Buku sebagai Nasihat dan Teladan
Posted on August 2, 2024August 2, 2024Categories Literasi 45 Comments on Kata Pengantar Nadhira 2: Hadiah Buku sebagai Nasihat dan TeladanOleh Much. Khoiri Dalam memberikan nasihat, orang melakukannya bukan hanya secara lisan tetapi juga lewat tulisan. Meski demikian, sebagaimana kita hayati dalam hidup sehari-hari, kebanyakan orang lebih mampu memberikan nasihat lisan dari pada nasihat lewat tulisan. Orang yang mampu dan mau memberikan nasihat lisan termasuk suatu kemuliaan dan kehormatan—bahwa pemberi nasihat menunjukkan kepedulian dan rasa sayangnya kepada orang lain. Sementara itu, di luar sana, banyak orang yang hanya mementingkan diri sendiri. Maksudnya, pemberi nasihat tidak tergolong ke dalam orang kebanyakan, … Continue reading “Kata Pengantar Nadhira 2: Hadiah Buku sebagai Nasihat dan Teladan”
Mengapa Tokoh Paling Penting dalam Cerita?
Posted on July 23, 2024Categories Literasi 607 Comments on Mengapa Tokoh Paling Penting dalam Cerita?Oleh Much. Khoiri PERNAH saya sampaikan, entah lewat tulisan atau ungkapan lisan, bahwa dalam menulis cerita (cerpen, pentigraf, cerita mini, novelet, atau novel), tokoh menjadi unsur intrinsik paling penting. Loh, mengapa demikian? Begini, cerita itu bisa diibaratkan seperti hidup sehari-hari. Dalam cerita, kita mengenal tokoh, sama halnya kita tahu manusia di sekitar kita. Kita mengenal setting dalam cerita, sama halnya kita mengenal lingkungan: tempat, waktu, dan suasana. Kita juga mengenal tema, sama halnya kita mengetahui isi, pranata, dan konsep hidup. … Continue reading “Mengapa Tokoh Paling Penting dalam Cerita?”
Refleksi Era Disrupsi: Sikap Positif, Kreativitas, dan Kemampuan Adaptif
Posted on May 19, 2024May 19, 2024Categories Budaya 505 Comments on Refleksi Era Disrupsi: Sikap Positif, Kreativitas, dan Kemampuan AdaptifOleh Much. Khoiri SAYA tidak membahas secara rinci tentang hakikat dan cirikhas era disrupsi, suatu era yang ditandai dengan perubahan dahsyat di segala bidang kehidupan. Sesuatu yang tidak terbayangkan sebelumnya, terjadilah pada era ini. Teknologi internet dan perangkat-perangkat pendukungnya telah membuat hidup seakan serba otomatisasi. Di sini saya lebih berfokus pada bagaimana menjalaninya. Ya, era disrupsi memang menyuratkan perubahan dahsyat; namun, perubahan tetaplah perubahan—kendati intensitasnya sangat besar. Agaknya tidak pernah terjadi perubahan dahsyat semacam ini. Perubahan-perubahan ini, bahkan, sungguh tidak … Continue reading “Refleksi Era Disrupsi: Sikap Positif, Kreativitas, dan Kemampuan Adaptif”
Saat Tidur, Tiada Beda antara Pring-Bed dan Spring-Bed
Posted on March 19, 2024Categories Catatan Harian 889 Comments on Saat Tidur, Tiada Beda antara Pring-Bed dan Spring-BedOleh Much. Khoiri Akhirnya Dulgemuk menginap—tepatnya diinapkan oleh panitia—di Q Hotel Sangatta, yang terletak di Jalan Yos Sudarso no. 2/17 Komplek Thomas Square blok E11, Sangatta. Persisnya di Kamar 209, selama empat hari. Dari lokasi pelatihan maks. hanya 2 kilometer, dan jika ditempuh dengan Veloz, tak lebih dari duapuluh kedipan mata. Ketika Dulgemuk di-check-in-kan tadi, panitia meminta maaf karena Dulgemuk diinapkan di hotel ini. Sebabnya, hotel yang semula direncanakan untuk penginapan Dulgemuk (sebagai tamu dan nara sumber pelatihan), sudah fully-booked … Continue reading “Saat Tidur, Tiada Beda antara Pring-Bed dan Spring-Bed”
Perjalanan Darat Samarinda-Sangatta yang ‘Mengesankan’
Posted on March 16, 2024March 16, 2024Categories Catatan Harian 3,508 Comments on Perjalanan Darat Samarinda-Sangatta yang ‘Mengesankan’Oleh Much. Khoiri Pesawat Citilink yang Dulgemuk tumpangi landing di bandara APT Pranoto Samarinda pukul 10.00 WITA. Masih pagi, tentunya. Di Juanda waktunya sarapan soto, atau ngopi di salah satu kafe, ada beberapa, tinggal pilih. Tadi Dulgemuk tidak sempat ngopi, sebab begitu tiba, Dulgemuk langsung check-in dan melesat ke ruang tunggu. Tiba di bandara milik Samarinda itu pun, kerinduan Dulgemuk untuk ngopi tak jua terbayar lunas. Mengapa? Ini jawabannya: Penjemput sudah siap di pintu keluar gerbang kedatangan. Dulgemuk merasa jadi … Continue reading “Perjalanan Darat Samarinda-Sangatta yang ‘Mengesankan’”
Persuaan Tak Terduga yang Mengandung Hikmah
Posted on March 5, 2024March 5, 2024Categories Catatan Harian 1,167 Comments on Persuaan Tak Terduga yang Mengandung HikmahOleh Much. Khoiri Jika sebuah rezeki memang diperuntukkan bagi manusia, tiada sesuatu pun yang berdaya menghalangi atau bahkan mencegahnya. Semua kejadian, termasuk rezeki, sudah diatur oleh Allah Sang Maha Pengatur. Dan ini berlaku bagi siapa pun, di mana pun, dan kapan pun juga. Kesan semacam itu mengendap dalam pikiran saya berkat pengalaman saya terbang bersama Citilink dari Juanda Surabaya ke APT Pranoto Samarinda pada hari Minggu 3 Maret 2024 kemarin. Tanpa dipesan dan tanpa disengaja, saya duduk di seat 28F, … Continue reading “Persuaan Tak Terduga yang Mengandung Hikmah”
