TAK TERPISAHKAN

Posted on April 7, 2021April 7, 2021Categories Sastra 3 Comments on TAK TERPISAHKAN

Puisi Much. Khoiri Malam masihkah malam ketika gelap menjadi terang oleh sinar cinta terpancar lewat jendela-jendela kita? Jauh masihkah jauh ketika jarak menjadi dekat oleh titian rasa menyambung jalan setapak rahasia kita? Sudilah engkau duduk di sini mengeja cinta Radha-Krishna yang terpisah 100 tahun lebih dalam kembara kisah panjang mulai jaya Ayodya hingga jatuh Dwaraka Namun tetaplah satu dalam ikatan yang baqa. Cinta bukanlah masalah hasrat raga Namun ia adalah amanah jiwa sempurna Jadi 100 tahun lebih bukanlah rentang waktu … Continue reading “TAK TERPISAHKAN”

BUNGLON (Cerpen – Tamat)

Posted on April 1, 2021Categories Sastra 4 Comments on BUNGLON (Cerpen – Tamat)

Oleh Much. Khoiri Kini Monyet menyedot nafas dalam. Seluruh hadirin memandang satu sama lain. Tempat itu hening sejenak. “Mereka pasti memainkan sekian macam peran dengan karakter-karakter berbeda. Mestikah kita juga begitu?” sela Bunglon. Tubuhnya tampak menghijau senada dengan daun tempat dia berpijak. Kura-kura merangkak, dan berujar, “O tidak. Ketahuilah, mereka itu telah kehilangan jati diri.” Sejumlah burung mengepak-kepakkan sayapnya dan menganggukkan kepala. Tawon-tawon mendengung, dan anjing-anjing melonglong ke angkasa. “Saya kira menyesuaikan itu bukan berarti menghanyutkan diri,” kata Bunglon meyakinkan. … Continue reading “BUNGLON (Cerpen – Tamat)”

BUNGLON (Cerpen – Bagian 1)

Posted on March 31, 2021Categories Sastra 6 Comments on BUNGLON (Cerpen – Bagian 1)

Oleh: Much. Khoiri SEMUA ini terjadi setelah pemilihan umum di Negeri Rimba. Mayoritas hewan besar kelas Herbivora, Karnivora dan Omnivora sedang tawar-menawar soal proporsi kursi di Majelis Permusyawaratan Hewan; dan seluruh hewan jelata telah kembali ke kehidupan keseharian – dalam atmosfir seperti dulu, mereka bisa bernafas, makan, minum, bekerja, bermain, dan tidur nyenyak lagi di tanah impian mereka. Kendati telah bergolak kerusuhan, bentrokan, korban-korban, dan bertumpuk-tumpuk kesedihan, di mata mereka masih tersimpan harapan untuk kehidupan lebih baik. Sekitar empat-puluh partai … Continue reading “BUNGLON (Cerpen – Bagian 1)”

“KEMATIAN SUKRENI” (Cerpen – Tamat)

Posted on March 28, 2021March 28, 2021Categories Sastra 7 Comments on “KEMATIAN SUKRENI” (Cerpen – Tamat)

Oleh: Much. Khoiri TIBALAH aku menjawab kasus ini. Aku tersenyum dalam hati, sambil membatin,” Permainan ini masih belum berakhir.” Maka didampingi Letda Putu dan Bripka Jono, aku memetakan pernyataan kunci Made, Didin, dan Alex di atas kertas. Fokusnya, menguji kebenaran status profesi, kemungkinan keterlibatan, dan motif pembunuhan. Made: [1] Saya bukan pelukis [juga kolektor]. [2] Saya tak terlibat pembunuhan Sukreni. [3] Saya sahabat Sukreni, belum mencintainya. Didin: [4] Saya bisa melukis [dan pebisnis]. [5] Tapi saya tak terlibat pembunuhan Sukreni. … Continue reading ““KEMATIAN SUKRENI” (Cerpen – Tamat)”

“KEMATIAN SUKRENI” (Cerpen – Bagian 3)

Posted on March 27, 2021March 27, 2021Categories Sastra 13 Comments on “KEMATIAN SUKRENI” (Cerpen – Bagian 3)

Oleh: Much. Khoiri ALEX juga agak terkejut melihatku. Namun, dia cepat menguasai diri. Perhatiannya lebih tertuju pada Bripka Jono dan Letda Putu. Kini dua partnerku menatap tajam Alex. “Hei, bung, Anda naksir Sukreni kan?” kata Bripka Jono. Dia mengelus-elus tongkat legam. Kepulan rokoknya mulai melayang. “Terus terang, pak, saya serius pada Sukreni. Tapi, dia belum menjawab lamaran saya. Katanya, masih ada urusan dengan orang lain.” “Orang lain siapa?” “Dia tak pernah menyebut nama,” tukasnya tanpa ragu. “Dia cuma pernah bilang, … Continue reading ““KEMATIAN SUKRENI” (Cerpen – Bagian 3)”

“KEMATIAN SUKRENI” (Cerpen – Bagian 2)

Posted on March 26, 2021Categories Sastra 12 Comments on “KEMATIAN SUKRENI” (Cerpen – Bagian 2)

Oleh: Much. Khoiri PERMAINANKU berjalan mulus. Kasus ini dilimpahkan dari Polsek Denpasar Barat ke Poltabes tempatku bertugas. Kini di ruang interogasi Made, Didin, dan Alex diperiksa bergantian atas kasus Sukreni. Bukti-bukti olah TKP dan periksa-silang lapangan mencatat: Salah satu tersangka, seorang pelukis, adalah pembunuh Sukreni. Tugas timku, mengorek keterangan—bagiku, memojokkan—mereka satu persatu. “Jadi Anda yang membunuh Sukreni ya?” sergahku, meyakinkan. Didin terkejut mengamatiku. Selama ini dia tak tahu bahwa aku seorang polisi. “Bukan, pak. Saya bukan pembunuh,” bibirnya gemetaran. “Anda … Continue reading ““KEMATIAN SUKRENI” (Cerpen – Bagian 2)”

“KEMATIAN SUKRENI” (Cerpen – Bagian 1)

Posted on March 25, 2021Categories Sastra 14 Comments on “KEMATIAN SUKRENI” (Cerpen – Bagian 1)

Oleh Much. Khoiri SUKRENI mati dua kali. Kematian pertama terjadi bersama tewasnya suami dalam insiden bom Bali. Karena suami adalah cinta sejatinya—dan segalanya, hidup selanjutnya bagai ilalang di padang gersang. Luka itu sangatlah dalam. Tidak sedikit lelaki yang ingin mengobati luka itu. Namun, sebelum ditemukan seseorang yang mampu melakukannya, kematian keduanya pun terjadi. Akibat kematian Sukreni, pagi itu kemacetan menumpuk di depan Pasar Sanglah Denpasar, dari arah selatan maupun timur. Ambulans meraung-raung, diselingi klakson bertalu. Berpuluh orang menjejali mulut Jln. … Continue reading ““KEMATIAN SUKRENI” (Cerpen – Bagian 1)”

BERKARYA DALAM USIA SENJA

Posted on February 10, 2021February 10, 2021Categories Sastra 18 Comments on BERKARYA DALAM USIA SENJA

Oleh MUCH. KHOIRI In Memoriam Thea S. Kusumo. Senja itu Mama Thea berpulang. Dengan tenang beliau pulang, dan bukan pergi, ke kampung asalnya. Keluarga, kerabat, tetangga, sahabat, dan murid-murid berduka. Banyak memori terabadikan, banyak hikmah dipetik dari sesrawungan dengannya. Namun, satu hal yang patut diteladani, selain guru dan pendidik, beliau juga penulis: berkarya dalam usia senja. Menjelang beliau dikebumikan, kembali saya gemetar mengingat momentum saat penulisan novel Endang (2014). Pasalnya, di usia senjanya beliau begitu gigih menulis novel itu. Ada … Continue reading “BERKARYA DALAM USIA SENJA”

KAUM PESORAK

Posted on February 10, 2021Categories Sastra   Leave a comment on KAUM PESORAK

Puisi Much. Khoiri   Ketika mereka masuk koran tigakali dalam sepekan Karena istiqamah menghias kolom halaman depan Kita berdecak kagum mengacungkan jempol kanan Lalu kita saling berkata, “Begitu saja kita pasti bisa!”   Ketika mereka masuk acara ‘Kick Kandy’ atau ‘Mata Najwa’ Karena sederet keunikan potensi yang mereka punya Kita duduk tanpa beringsut menyimak setiap kata-kata Lalu kita saling berikrar, “Tahun depan kita di sana.”   Ketika mereka naik panggung sangat bergengsi Menerima medali karena prestasi akademik Kita riuh bertepuk … Continue reading “KAUM PESORAK”

SETIAP ORANG BERBAKAT PENYAIR

Posted on February 1, 2021Categories Sastra 14 Comments on SETIAP ORANG BERBAKAT PENYAIR

Oleh MUCH. KHOIRI SIAPA bilang setiap orang di negeri ini berbakat menjadi seorang penyair? Siapa yang akan percaya, jika ada, pernyataan yang berlebihan semacam itu? Mana buktinya? Buktikan dengan strategi berikut: Buatlah lomba menulis puisi pada tiap-tiap sekolah, universitas, lembaga, komunitas, dan sebagainya di seluruh Indonesia—dengan hadiah utama 10 mobil mewah, dan ratusan hadiah semi utama semisal mobil pribadi tak mewah, atau jutaan hadiah hiburan semisal ponsel seharga dua jutaan. Sosialisasi lomba jangan tanggung-tanggung. Ia harus bisa masuk ke seluruh … Continue reading “SETIAP ORANG BERBAKAT PENYAIR”