XENTUNER, KENANGAN YANG AKAN DIBUKUKAN

Posted on May 8, 2022May 8, 2022Categories Book Review 18 Comments on XENTUNER, KENANGAN YANG AKAN DIBUKUKAN

Oleh: Much. Khoiri XENTUNER kini memang tinggal kenangan, karena ia berada dalam dekapan dan kumparan kisah orang lain yang memilikinya. Saya terpaksa melepasnya pada 12 Maret 2022 kemarin. Ya, dua bulan lebih serasa kemarin! Sebab, ia pergi meninggalkan kenangan. Namun ‘Xenia Rasa Fortuner’ itu bukan sekadar kenangan, melainkan kenangan yang bakal dibukukan. Bagaimana ceritanya kok si light blue itu dipandang layak untuk dibukukan? Ada aneka kisah yang saya peroleh selama 10 (sepuluh) tahun si light blue bersama saya, yakni rentang … Continue reading “XENTUNER, KENANGAN YANG AKAN DIBUKUKAN”

PENTINGNYA PEMAHAMAN KAIDAH MENULIS PUISI: Kata Pengantar Buku

Posted on January 4, 2022Categories Book Review 10 Comments on PENTINGNYA PEMAHAMAN KAIDAH MENULIS PUISI: Kata Pengantar Buku

Oleh Much. Khoiri SELAMAT DATANG di buku yang bertajuk Merajut Kata Selaksa Makna: Antologi Puisi Guru Literasi Indonesia. Selamat memasuki buku sebagai ruang belajar ini, yang ditulis bersama oleh puluhan guru literasi–guru yang sekaligus bertindak sebagai penggiat literasi. Mengapa buku ini perlu dianggap sebagai ruang belajar? Sebab, begitu pembaca menikmati dan menyelami setiap puisi yang ada, pembaca sejatinya sedang mengalami proses belajar, belajar baik aneka bentuknya maupun variasi isinya. Terlebih, buku ini merupakan himpunan puluhan penulis, keanekaragaman bentuk dan isi … Continue reading “PENTINGNYA PEMAHAMAN KAIDAH MENULIS PUISI: Kata Pengantar Buku”

BERPROSES MENJADI PENULIS CERPEN

Posted on October 28, 2021October 28, 2021Categories Book Review 7 Comments on BERPROSES MENJADI PENULIS CERPEN

Oleh: Much. Khoiri Cerita pendek (cerpen) merupakan salah satu genre karya sastra prosa. Sebagai karya sastra, cerpen hakikatnya merupakan abstraksi kehidupan manusia dan pengalamannya. Sebagai abstraksi, cerpen, sebagaimana karya sastra lain, bukanlah fakta semata, melainkan gabungan fakta dan imajinasi pengarang. Dengan kalimat lain, cerpen yang baik adalah cerpen yang menggunakan fakta, sekaligus mengandung imajinasi. Jika tulisan hanya berupa fakta, ia cenderung menjadi reportase atau sejarah. Sementara itu, jika tulisan hanya berupa imajinasi, tanpa basis fakta sama sekali, ia menjadi fantasi … Continue reading “BERPROSES MENJADI PENULIS CERPEN”

Serial Write or Die (7): MENULIS UNTUK BERBAGI KEBAIKAN

Posted on April 3, 2021April 6, 2021Categories Book Review 4 Comments on Serial Write or Die (7): MENULIS UNTUK BERBAGI KEBAIKAN

Oleh: Much. Khoiri MENULIS –menuangkan pikiran, perasaan, pengalaman ke dalam tulisan– bisa diibaratkan menanam benih tumbuhan. Benih yang baik akan tumbuh baik, benih yang cacat juga akan tumbuh cacat. Tatkala berbuah, buahnya pun akan sesuai kualitas benih yang ditanam. Setidaknya, begitulah pengalaman saya membantu Bapak bertani di desa sewaktu remaja dulu. Benih padi yang kami semaikan, lalu kita tanam, siangi, rawat, beri pupuk, airi secukupnya, dan sebagainya–hasilnya memuaskan. Namun, sebaliknya, kami pernah gagal panen akibat pemilihan benih yang salah. Gagal … Continue reading “Serial Write or Die (7): MENULIS UNTUK BERBAGI KEBAIKAN”

Serial Write or Die (6): MENULIS UNTUK WARISAN

Posted on March 23, 2021Categories Book Review 6 Comments on Serial Write or Die (6): MENULIS UNTUK WARISAN

Oleh Much. Khoiri ALASAN keenam yang membuat kita bersemboyan “Menulis atau Mati!” adalah niat kuat menulis untuk warisan. Pepih Nugraha, dalam sambutannya pada bedah buku saya Rahasia TOP Menulis (RTM) di TB Gramedia Matraman Jakarta (28/3/2015), mengingatkan pentingnya menulis buku sebagai warisan. Beberapa kali Kang Pepih menyebut buku sebagai legacy (warisan), pertanda bahwa hal ini perlu mendapat atensi dan aksentuasi tersediri dari para hadirin. Jika kita berbicara warisan, yang terlintas dalam pikiran kita biasanya memang berupa harta benda. Ahli warisnya … Continue reading “Serial Write or Die (6): MENULIS UNTUK WARISAN”

Serial Write or Die (5): MENULIS UNTUK PERSONAL BRANDING

Posted on March 22, 2021Categories Book Review 6 Comments on Serial Write or Die (5): MENULIS UNTUK PERSONAL BRANDING

Oleh Much. Khoiri ALASAN kelima yang menguatkan semboyan “Menulis atau Mati!” adalah menulis untuk personal branding. Di era teknologi informasi canggih sekarang ini, siapapun orangnya, agar lebih dikenal publik secara luas, dia harus melakukan personal branding. Dia harus aktif memperkenalkan jati dirinya ke publik, lewat berbagai cara, termasuk menulis. Bagaimana hubungan menulis dan personal branding, berikut ini saya haturkan sebuah ilustrasi. Ada seorang penulis pemula, yang sangat bersemangat menerbitkan buku, meminta saran saya ke penerbit mana sebaiknya dia mengirimkan naskah … Continue reading “Serial Write or Die (5): MENULIS UNTUK PERSONAL BRANDING”

Serial Write or Die (4): MENULIS UNTUK PERJUANGAN

Posted on March 20, 2021Categories Book Review 9 Comments on Serial Write or Die (4): MENULIS UNTUK PERJUANGAN

Oleh Much. Khoiri ALASAN keempat adalah menulis untuk perjuangan. Dapatkah perjuangan dilakukan dengan menulis? Adakah pejuang yang menghayati perjuangannya lewat tulisan yang dihasilkannya? Marilah kita jelajahi sejenak tentang hal ini. Berjuang membela negara, bangsa, dan agama, wajib hukumnya. Jika kita bertekad bahwa menulis itu perjuangan, maka wajibkan diri kita untuk menulis. Jika tidak menulis, kita berdosa. Lihatlah betapa banyak masalah negeri ini yang harus diselesaikan. Bangsa ini harus disadarkan, harus dibangkitkan, harus digerakkan. Kita harus mengambil peran di dalamnya. Berjuanglah … Continue reading “Serial Write or Die (4): MENULIS UNTUK PERJUANGAN”

Serial Write or Die (3): MENULIS UNTUK PENGHIDUPAN

Posted on March 19, 2021Categories Book Review 14 Comments on Serial Write or Die (3): MENULIS UNTUK PENGHIDUPAN

Oleh: Much. Khoiri ALASAN ketiga kita bersemboyan “Menulis atau Mati!” adalah kita menganggap menulis sebagai sumber penghidupan (writing for living). Sederhananya, menulis harus ditunaikan, sebab jika tidak menulis, sumber penghidupan tak tersedia, sehingga bersiap-siap sajalah untuk mati. Karena kita rata-rata takut mati, tidak ada pilihan lain kecuali menulis! Menulis wajib dihayati dan ditunaikan! Memang, di Indonesia menulis tidak bisa dijadikan sumber penghidupan seutuhnya. Bisanya ia dijadikan sebagai sumber tambahan (avocation), terutama pada tahap-tahap awal. Hanya sedikit penulis yang menggantungkan hidupnya … Continue reading “Serial Write or Die (3): MENULIS UNTUK PENGHIDUPAN”

Serial Write or Die (2): MENULIS UNTUK MELATIH BERPIKIR

Posted on March 18, 2021March 18, 2021Categories Book Review 20 Comments on Serial Write or Die (2): MENULIS UNTUK MELATIH BERPIKIR

Oleh Much. Khoiri ALASAN kedua mengapa semboyan “Menulis atau Mati!” penting bagi penulis adalah bahwa menulis itu hakikatnya melatih berpikir. Sementara itu, berpikir itu wajib dilakukan manusia sepanjang hidupnya, karena manusia memiliki akal. Proses menulis memungkinkan pelakunya melakukan latihan berpikir secara bertahap dan unik bagi masing-masing individu. William Zinsser mengklaim, writing is thinking on a paper, menulis itu berpikir di atas kertas. Artinya, hasil pemikirannya tertuang dan bisa terbaca di atas kertas. Itulah mengapa tulisan orang mencerminkan pikirannya. Tulisan itu … Continue reading “Serial Write or Die (2): MENULIS UNTUK MELATIH BERPIKIR”

Serial Write or Die (1): MENULIS ITU KEWAJIBAN

Posted on March 17, 2021March 17, 2021Categories Book Review 19 Comments on Serial Write or Die (1): MENULIS ITU KEWAJIBAN

Oleh: Much. Khoiri Bacalah atas nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmu amat pemurah. Yang mengajarkan (menulis) dengan qalam/pena. Yang mengajarkan kepada manusia apa-apa yang tiada diketahuinya. (QS. Al-‘Alaq: 1-5) KUTIPAN di atas sengaja saya tancapkan di sini sebagai tonggak penting bagi kehadiran buku ini—sekaligus sebagai alasan pertama bagi semboyan “Menulis atau Mati!” Dalam ayat-ayat itu ada penegasan bahwa membaca itu wajib karena ia diperintahkan oleh Tuhan. Bacalah ayat-ayat tertulis dan ayat-ayat tak … Continue reading “Serial Write or Die (1): MENULIS ITU KEWAJIBAN”