Oleh: Much. Khoiri SETELAH saya menghayati motto “Write Everyday” selama dua tahun dan “Write or Die” selama sembilan tahun, saya menganut motto baru sejak Januari 2025. Motto menulis baru itu adalah “Sit and Write” (Duduk dan Menulislah). Mengapa saya berganti motto menulis? Kalau dulu saya berpindah dari “Write Everyday” ke “Write or Die” untuk memperkuat daya dorong untuk menulis, mengapa sekarang berpindah lagi ke “Sit and Write”? Apakah motto terbaru ini lebih kuat daya dorongnya? Untuk Motto “Write Everyday”, saya … Continue reading “CANANGKAN MOTTO MENULIS YANG MENYANDERA (2 – Habis)”
CANANGKAN MOTTO MENULIS YANG MENYANDERA (1)
Posted on Categories Literasi 84 Comments on CANANGKAN MOTTO MENULIS YANG MENYANDERA (1)Oleh: Much. Khoiri Salah satu kiat penting untuk tetap menulis adalah memiliki motto menulis yang menyandera. Maksudnya, motto itu memaksa penulis untuk selalu menulis, dan sekaligus penegur tatkala lalai menulis. Maka, canangkan di dalam hati sebuah motto yang menyandera! Dalam buku saya SOS Sapa Ora Sibuk: Menulis dalam Kesibukan (2016)—yang direproduksi dengan penambahasan beberapa esai tahun 2020—saya menegaskan pentingnya motto menulis. Dengan motto itu, penulis berkekuatan untuk melawan malas dan menghalau godaan. Meski pesan pentingnya motto hadir di dalam buku tahun 2016, … Continue reading “CANANGKAN MOTTO MENULIS YANG MENYANDERA (1)”
Motto Menulis “Sit and Write”
Posted on Categories Literasi 12 Comments on Motto Menulis “Sit and Write”Oleh Much. Khoiri SETELAH saya menghayati motto “Write Everyday” selama dua tahun dan “Write or Die” selama sembilan tahun, saya menganut motto baru sejak Januari 2025. Motto menulis baru itu adalah “Sit and Write” (Duduk dan Menulislah). Mengapa saya berganti motto menulis? Kalau dulu saya berpindah dari “Write Everyday” ke “Write or Die” untuk memperkuat daya dorong untuk menulis, mengapa sekarang berpindah lagi ke “Sit and Write”? Apakah motto terbaru ini lebih kuat daya dorongnya? Untuk Motto “Write Everyday”, saya … Continue reading “Motto Menulis “Sit and Write””
Penulis, Teknologi, dan Karya
Posted on Categories Catatan Harian 5,561 Comments on Penulis, Teknologi, dan KaryaOleh Much. Khoiri PERNAHKAH kita bayangkan, apakah alat teknologi yang digunakan oleh “penulis” sebelum Masehi untuk mengabadikan hasil cipta mereka ke dalam tulisan? Bagaimana pula kita bayangkan para penulis dari generasi ke generasi memanfaatkan alat teknologi yang telah berkembang sejalan dengan peradaban mereka? Kita mengenal karya sastra kuno semisal sastra Mesopotamia, Mesir, atau Ibrani atau sastra India, Sastra Yunani Kuno, Roma Kuno, atau China Kuno. Dalam Sastra India Kuno, misalnya, kita bisa membaca kitab epos terkenal “Ramayana” dan “Mahabharata”, bagaimana … Continue reading “Penulis, Teknologi, dan Karya”
Unesa-Apebskid Gelar Webinar Pelestarian Seni
Posted on Categories Catatan Harian 993 Comments on Unesa-Apebskid Gelar Webinar Pelestarian SeniWebinar sedang membahas pelestarian seni. Dok pribadi. Surabaya–Upaya pelestarian seni lewat pendidikan dan budaya masyarakat diangkat dalam webinar sehari yang digelar FBS Universitas Negeri Surabaya dan Apebskid (Afiliasi Pengajar-Peneliti Budaya, Bahasa, Sastra, Komunikasi, Seni dan Desain) Jawa Timur (16/11). Webinar ini manifestasi kerjasama antara Unesa dan Apebskid Indonesia. Webinar dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor 1 UNESA, Prof. Dr. Madlazim, M.Si., yang menekankan pentingnya kerjasama tersebut. “Saya melihat kerjasama Unesa dan Apebskid—dalam implementasinya antara FBS Unesa dan Apebskid Jatim—akan menjadi … Continue reading “Unesa-Apebskid Gelar Webinar Pelestarian Seni”
Mengapa Tokoh Paling Penting dalam Cerita?
Posted on Categories Literasi 607 Comments on Mengapa Tokoh Paling Penting dalam Cerita?Oleh Much. Khoiri PERNAH saya sampaikan, entah lewat tulisan atau ungkapan lisan, bahwa dalam menulis cerita (cerpen, pentigraf, cerita mini, novelet, atau novel), tokoh menjadi unsur intrinsik paling penting. Loh, mengapa demikian? Begini, cerita itu bisa diibaratkan seperti hidup sehari-hari. Dalam cerita, kita mengenal tokoh, sama halnya kita tahu manusia di sekitar kita. Kita mengenal setting dalam cerita, sama halnya kita mengenal lingkungan: tempat, waktu, dan suasana. Kita juga mengenal tema, sama halnya kita mengetahui isi, pranata, dan konsep hidup. … Continue reading “Mengapa Tokoh Paling Penting dalam Cerita?”
Refleksi Era Disrupsi: Sikap Positif, Kreativitas, dan Kemampuan Adaptif
Posted on Categories Budaya 526 Comments on Refleksi Era Disrupsi: Sikap Positif, Kreativitas, dan Kemampuan AdaptifOleh Much. Khoiri SAYA tidak membahas secara rinci tentang hakikat dan cirikhas era disrupsi, suatu era yang ditandai dengan perubahan dahsyat di segala bidang kehidupan. Sesuatu yang tidak terbayangkan sebelumnya, terjadilah pada era ini. Teknologi internet dan perangkat-perangkat pendukungnya telah membuat hidup seakan serba otomatisasi. Di sini saya lebih berfokus pada bagaimana menjalaninya. Ya, era disrupsi memang menyuratkan perubahan dahsyat; namun, perubahan tetaplah perubahan—kendati intensitasnya sangat besar. Agaknya tidak pernah terjadi perubahan dahsyat semacam ini. Perubahan-perubahan ini, bahkan, sungguh tidak … Continue reading “Refleksi Era Disrupsi: Sikap Positif, Kreativitas, dan Kemampuan Adaptif”
Inilah Owner Makanan yang Arogan
Posted on Categories Budaya 43 Comments on Inilah Owner Makanan yang AroganOleh Much. Khoiri Percaya atau tidak, ada owner makanan yang arogan. Bukan sekadar karena status arogannya, melainkan makanan itu sendiri telah masuk ke dalam industri budaya populer. Makanan itu adalah piza! Saya mohon maaf kalau saya dianggap berlebihan dalam memberikan penilaian atau kesan semacam itu. Namun, jujur, setidaknya itulah yang menggelayut dan berkumpar dalam pikiran saya tatkala saya makan piza di restonya. Anehnya, bukannya kapok, saya malah selalu datang kembali ke sana ketika saya kangen. Coba bayangkan. Setiap kali kangen … Continue reading “Inilah Owner Makanan yang Arogan”
Persistensi dalam Menulis
Posted on Categories Literasi 3,296 Comments on Persistensi dalam MenulisOleh Much. Khoiri Istilah persistensi di sini dimaknai sebagai kegigihan, yakni kemampuan yang kukuh atau daya tahan yang kuat dalam melakukan suatu tindakan secara terus-menerus, meskipun ada tantangan atau kesulitan. Orang yang persisten adalah dia yang tidak mudah menyerah dalam memperjuangkan apa yang ingin diwujudkannya. Sekadar ilustrasi, orang yang belajar naik sepeda perlu persistensi agar segera mampu mengendarai sepeda itu dengan benar dan lihai. Adakah tantangan atau kesulitan saat berlatih? Tentu saja, dia mengalami semua itu. Bahkan dia mungkin terjatuh, … Continue reading “Persistensi dalam Menulis”
