Serial Xentuner & Literasi (2): NAIK XENTUNER, PULANG KE CINTAKU YANG SESUNGGUHNYA

Posted on May 12, 2022May 12, 2022Categories Literasi 9 Comments on Serial Xentuner & Literasi (2): NAIK XENTUNER, PULANG KE CINTAKU YANG SESUNGGUHNYA

Oleh Much. Khoiri MANUSIA boleh berencana; namun hanya Tuhan-lah yang menentukan. Ungkapan ini telah mengikat aku petang kemarin, sesaat dipungkasinya kopdar SPN di Ponpes Darul Istiqomah, Pekuniran, Maesan, Bondowoso. Ada bisikan nurani yang lembut: “Kau harus pulang malam ini. Bismillah, kuat nyetir 7 jam.” Semula aku berencana untuk menginap semalam lagi di ponpes asuhan KH. Masruri Abdul Muchit Lc. Ponpes ini sungguh menawan hati, bukan hanya lokasinya yang asri, melainkan juga indah oleh kebiasaan indah para ustadz(ah) dan 300-an santri. … Continue reading “Serial Xentuner & Literasi (2): NAIK XENTUNER, PULANG KE CINTAKU YANG SESUNGGUHNYA”

Serial Xentuner & Literasi (1): ASAL-USUL NAMA XENTUNER, MEMORI DARI DARIS

Posted on May 11, 2022May 11, 2022Categories Literasi 4 Comments on Serial Xentuner & Literasi (1): ASAL-USUL NAMA XENTUNER, MEMORI DARI DARIS

Oleh Much. Khoiri Apakah Anda sudah familier dengan judul di atas? Bukalah ensiklopedia terbaru dan terlengkap, dan carilah istilah-istilah itu di sana. Saya jamin, Anda tidak akan menemukannya. Amat sulit, paling tidak. Jangan silau ensiklopedia, kadang  nama Indonesia pun tidak masuk peta dunia. Jangan pula tanya glosarium, google search, dan search engine lain. Terpenting lagi, jangan tanya dukun yang sejatinya hanya mengeksploitasi ambang bawah sadar Anda. Lebih baik bertanyalah pada hati nurani (conscience) Anda sendiri. Jika belum ketemu pula, ayo … Continue reading “Serial Xentuner & Literasi (1): ASAL-USUL NAMA XENTUNER, MEMORI DARI DARIS”

MENULIS: “MENCEGAH” KEPIKUNAN, MENJAGA KEWARASAN

Posted on March 2, 2022Categories Literasi 10 Comments on MENULIS: “MENCEGAH” KEPIKUNAN, MENJAGA KEWARASAN

Oleh: Much. Khoiri Judul tulisan ini sepintas mengada-ada, namun sejatinya tidak. Ada hubungan erat antara menulis dan kepikunan. Kata kerjanya ‘mencegah’ dalam tanda kutip. Artinya tidak harafiah, tetapi khusus alias spesial. Mencegah sama sekali, tentu, tak bisa dijamin. Lha wong ini urusan sunnatullah terkait siklus kehidupan. Menjadi tua kok dilawan? Siapa mampu? Kalau dilambatkan, masih masuk akal deh. Semua manusia jelas akan menua seiring waktu, tapi jika manusia berikhtiar agar (kelihatan) awet muda (dengan pola olahraga dan pola makan yang … Continue reading “MENULIS: “MENCEGAH” KEPIKUNAN, MENJAGA KEWARASAN”

MENULIS, BEKERJA DENGAN IRINGAN DOA

Posted on January 26, 2022Categories Literasi 6 Comments on MENULIS, BEKERJA DENGAN IRINGAN DOA

Oleh Much. Khoiri JUDUL di atas menyiratkan bahwa menulis itu bekerja. Benarkah demikian? Tentu jawabnya tidaklah tunggal. Ada yang memaknainya sebagai kegiatan untuk kesenangan, untuk mengamalkan suatu kebaikan, atau untuk bekerja dalam memperoleh penghidupan. Untuk Anda yang menekuni dunia menulis selama ini, bagaimana Anda mendefinisikan menulis itu? Kemudian, marilah jumpai Pramoedya Ananta Toer, untuk meminjam salah satu kutipan yang terkenal (bahkan kerap diungkapan para naras umber dalam aneka pelatihan menulis), yang berbunyi begini: “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama … Continue reading “MENULIS, BEKERJA DENGAN IRINGAN DOA”

AYO MENULIS KONTEN UNTUK BLOG

Posted on January 24, 2022Categories Literasi 7 Comments on AYO MENULIS KONTEN UNTUK BLOG

Oleh: Much. Khoiri Anggaplah sekarang Anda sudah memiliki sebuah blog pribadi, lengkap dengan menu-menu untuk memposting tulisan. Namun, apakah kepemilikan blog yang lengkap menunya itu sudah cukup? Tentu saja belum. Anda harus menyiapkan isi atau konten blog dengan menulis. Mengapa menulis konten untuk blog penting? Ya, karena konten adalah apa yang seharusnya ada di dalam blog. Tanpa konten, blog ibarat sebuah toko yang kosong, tanpa barang dagangan. Menarikkah? Tentu saja, tiada seorang pun akan mampir ke blog meski menunya komplit. … Continue reading “AYO MENULIS KONTEN UNTUK BLOG”

MENERBITKAN TULISAN: MELAWAN RASA MINDER

Posted on August 20, 2021Categories Literasi 13 Comments on MENERBITKAN TULISAN: MELAWAN RASA MINDER

Oleh Much. Khoiri Menerbitkan tulisan–entah lewat media apa pun–adalah bagian dari kerja penulis. Tulisan tidak boleh berhenti di folder data, melainkan harus diterbitkan, agar dibaca oleh orang lain. Terlebih jika Anda menulis konten untuk blog (https://muchkhoiri.com/2021/07/menulis-konten-untuk-blog/) , maka menerbitkannya adalah keharusan. Sayangnya, tak sedikit orang minder untuk menerbitkan tulisan. Nah, apakah Anda termasuk yang minder tersebut? Jika ya, silakan ikuti tulisan ini hingga titik terakhir. Kita mulai dari sini: Mari jawab pertanyaan, mengapa Anda minder? Apakah Anda merasa tulisan Anda … Continue reading “MENERBITKAN TULISAN: MELAWAN RASA MINDER”

TIPS AMAN NAIK PESAWAT

Posted on August 4, 2021August 4, 2021Categories Literasi 10 Comments on TIPS AMAN NAIK PESAWAT

Oleh: MUCH. KHOIRI Inilah literasi naik pesawat terbang. Ya, tips aman naik pesawat terbang! Jangan kira naik pesawat bebas literasi. Sebaliknya, naik burung logam itu kita harus berliterasi—cerdas membaca, memahami, dan menyikapi segala informasi. Jika tidak, bisa blaen (berdampak buruk)! Terlebih, di era sekarang ini, bandara-bandara (apalagi bandara internasional) sudah canggih. Media audio dikurangi atau dihilangkan. Media tulis dan tanda (simbol) telah diterapkan di sebarang penjuru bandara. Sumber informasi siap dikunyah setiap saat, tinggal kita mau belajar atau tidak. Perkara … Continue reading “TIPS AMAN NAIK PESAWAT”

READ WRITE FASTER

Posted on August 2, 2021August 4, 2021Categories Literasi 2 Comments on READ WRITE FASTER

Oleh: MUCH. KHOIRI Saat dihadapkan pada bahan bacaan (sumber informasi) yang melimpah dan tugas menulis yang antri, obat yang cespleng adalah ini “Read better, write faster.” Bacalah lebih baik, menulislah lebih cepat. Inilah kalimat motivasi provokatif status profil WA saya, sebuah pengingat (reminder) untuk saya sendiri–dan mungkin  menginspirasi orang lain. Untuk praktisnya, disingkat Read Write Faster. Betapa tidak, setiap hari bahan bacaan hampir tak terbatas. Buku dan artikel jurnal amat mudah diakses dari berbagai sumber. Tak pernah saya membayangkan kondisi … Continue reading “READ WRITE FASTER”

KEMAMPUAN MENULIS, EPISENTRUM KUALITAS GURU KREATIF

Posted on July 29, 2021Categories Literasi 4 Comments on KEMAMPUAN MENULIS, EPISENTRUM KUALITAS GURU KREATIF

Oleh: Much. Khoiri Dalam tulisan sebelumnya telah dipaparkan bahwa guru kreatif harus memiliki: (1) kemampuan menulis, (2) penggunaan reward, (3) PPT kreatif, (4) kanal youtube, (5) media pembelajaran daring, (6) akun media sosial, dan (7) blog (pribadi). Dari ketujuh butir itu, kemampuan menulis merupakan “episentrum” (sentra) kualitas guru kreatif. Mengapa demikian? Kemampuan menulis seseorang (dalam hal ini: guru kreatif) mengandung tiga unsur kemampuan, yakni kualitas ide/gagasan, pengorganisasian ide/gagasan, dan penggunaan bahasa. Kemampuan guru kreatif dalam gagasan, pengorganisasian gagasan, dan berbahasa … Continue reading “KEMAMPUAN MENULIS, EPISENTRUM KUALITAS GURU KREATIF”

HIJRAH KULTURAL: SISWA DIGITAL DAN GURU KREATIF

Posted on July 27, 2021Categories Literasi 8 Comments on HIJRAH KULTURAL: SISWA DIGITAL DAN GURU KREATIF

Oleh: Much. Khoiri Hijrah kultural yang dialami manusia di era disrupsi, sebagaimana dijelaskan sebelumnya, mengambil wujud idea/gagasan, aksi/tindakan, dan artefak/karya. Dalam konteks pendidikan, manusia di sini mengacu ke siswa dan guru—yakni siswa (melek) digital dan guru kreatif. Sebagai bagian manusia yang berhijrah kultural, siswa dewasa ini adalah siswa melek digital (digital native learners), yang—menurut Hameed, Badii, dan Cullen (2008)—memiliki 5 cirikhas: Pertama, mereka suka informasi dari aneka sumber dan media. Kedua, mereka suka aktivitas-aktivitas yang multitasking alias tidak monoton. Kemonotonan … Continue reading “HIJRAH KULTURAL: SISWA DIGITAL DAN GURU KREATIF”