Oleh Much. Khoiri Pada hari Jumat 20 Februari, Himpunan Sarjana Kesusasteran Indonesia (Hiski) punya hajat penting: Bukan mantu, melainkan hajat akademik: Lokakarya seabad setahun Asrul Sani. Online alias daring. Seharian suntuk, bahkan hingga petang. Ya, seluruh (calon) penulis antologi Asrul Sani—siapa pun dia—wajib menyampaikan rencana tulisannya. Lalu, setiap penulis mendapatkan tanggapan atau feedback dari tim editor, dikomandani oleh Bu Ketum Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum. Andaikan perangkat radio, tim ini pakai baterei alkalin. Dari jalannya lokakarya, bisa ditebak: ada penulis … Continue reading “Menyambut Buku “Bantal” Hiski yang Baru”
Menulis Resensi, Menjadi Katalisator Dialog Pengetahuan
Posted on February 16, 2026Categories Book Review 14 Comments on Menulis Resensi, Menjadi Katalisator Dialog PengetahuanOleh Much. Khoiri Penulis adalah produsen pengetahuan, yang mengkreasikan pengetahuan dari gagasan atau ide yang terinspirasi oleh atau bersumber pada pengalaman, pikiran, perasaan, renungan, dan sumber lainnya. Jika dia menulis dari sumber buku berisi pengetahuan tertentu, maka hakikatnya dia telah mereproduksi pengetahuan baru. Itulah kedudukan penulis resensi atau review buku. Dia memahami buku yang diresensi, menjadikannya pengetahuan dalam dirinya, menginternalisasinya, lalu memikirkan dan merenungkannya untuk kemudian menulis resensi. Itulah mengapa hasil tulisannya disebut resensi buku, tinjauan buku, timbangan buku, dan … Continue reading “Menulis Resensi, Menjadi Katalisator Dialog Pengetahuan”
MEMAHAMI KONSEP SASTRA
Posted on February 5, 2026February 5, 2026Categories Uncategorized 98 Comments on MEMAHAMI KONSEP SASTRAOleh Much. Khoiri JUDUL tulisan ini sengaja saya pilih untuk mengajak mahasiswa saya kelas Introduction to Literature (3 sks) yang saya ampu untuk mengenal kembali apa itu sastra. Mengapa? Saya yakin mereka telah mengenal sastra sewaktu masih bersekolah di tingkat SMP atau SMA—dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Namun, amat mungkin, dalam rentang waktu itu hingga memasuki perguruan tinggi, mereka tidak mendapatkan exposure karya sastra—akibatnya mereka seakan melupakannya. Sekarang saya mengajak mereka untuk mengenalnya kembali—setidaknya menyegarkan lagi ingatan dan pemahaman mereka tentang … Continue reading “MEMAHAMI KONSEP SASTRA”
