Oleh Much. Khoiri MENULISLAH selama status menulismu masih ada! Pesan provokatif ini selalu didengungkan Dulgemuk kepada dirinya sendiri, tidak perlu sekeras ungkapan Pak Blantik: “Write or Die: Jangan Mati sebelum Menulis Buku.” (2017). Dulgemuk sadar, dia cukup menggunakan slogan lebih bersahabat saja. Dalam hal ini, jangan remehkan keteguhan Dulgemuk. Slogan “Menulislah selama status menulismu masih ada” itu sudah terasa keras dan tegas baginya. Mengapa? Status penulis akan melekat pada seseorang selama dia masih menulis. Artinya, jika penulis tidak menulis atau … Continue reading “Menulislah Selama Status Menulismu Masih Ada”
Menjaga Etika Memposting Tulisan di Grup WA/Telegram
Posted on October 26, 2022October 26, 2022Categories Catatan Harian 222 Comments on Menjaga Etika Memposting Tulisan di Grup WA/TelegramOleh Much. Khoiri MEMPOSTING tulisan atau tautan tulisan kita di grup-grup WA, kita perlu memperhatikan etika, ibaratnya perlu lihat kiri-kanan-depan-belakang. Mengapa lihat kiri-kanan-depan-belakang? Tentu untuk melihat sikondom (situasi-kondisi-domisili), apakah pantas atau etis memposting tulisan kita di antara postingan lain? Kehadiran kita di dalam grup/komunitas tentu terikat oleh nilai-nilai etika (kepantasan & kepatutan), agar kita saling menghargai dan menghormati. Kehadiran kita di dalam grup/komunitas tentu terikat oleh nilai-nilai etika (kepantasan & kepatutan), agar kita saling menghargai dan menghormati. Mungkin tidak tertulis, … Continue reading “Menjaga Etika Memposting Tulisan di Grup WA/Telegram”
Ayo Menjadi Penulis Rajawali
Posted on October 25, 2022October 25, 2022Categories Literasi 281 Comments on Ayo Menjadi Penulis RajawaliOleh Much. Khoiri Membaca judul di atas, teringatlah tagline dari Riswandha Imawan (alm), guru besar ilmu politik Universitas Gadjah Mada (UGM), yang dikenal luas sebagai kritikus politik, yang berbunyi “Eagle flies alone”—rajawali terbang sendirian. Tagline itu kerap ditulis di status penulis di akhir opini yang ditulisnya. Tak lupa dia menambah “Tulisan ini pendapat pribadi.” Tagline tersebut melambangkan kebebasan pribadi untuk terbang, bahkan terbang sangat tinggi, guna mengarungi dunia yang digelutinya, yakni sebagai kritikus politik yang diperhitungkan saat itu. Pada sisi … Continue reading “Ayo Menjadi Penulis Rajawali”
Foto Kopdar Sebagai Sumber Inspirasi Tulisan
Posted on October 24, 2022October 28, 2022Categories Literasi 1,077 Comments on Foto Kopdar Sebagai Sumber Inspirasi TulisanOleh Much. Khoiri SETIAP orang yang hadir dalam kopdar RVL kemarin pasti punya foto, entah foto pribadi entah foto bareng. Itu keyakinan Dulgemuk, yang saat kopdar ini menjadi driver dadakan Pak Blantik. Mengapa Dulgemuk ainul-yaqin akan hal itu? Tentu, Dulgemuk menyaksikan semuanya—bahkan dia punya CCTV ajaib yang dipasang tersembunyi di seluruh tempat di Balai (untuk menyebut BBGP D.I Yogyakarta). Semuanya yang mana? Ya, setidaknya peserta kopdar yang berfotoria di berbagai lokasi di Balai. Dan ini rahasianya! Dulgemuk menyitir ungkapan Pak … Continue reading “Foto Kopdar Sebagai Sumber Inspirasi Tulisan”
Refleksi Kopdar RVL 2022: Sebagai Virus Literasi, Apakah yang Kita Tularkan kepada Sesama?
Posted on October 24, 2022October 24, 2022Categories Literasi 1,111 Comments on Refleksi Kopdar RVL 2022: Sebagai Virus Literasi, Apakah yang Kita Tularkan kepada Sesama?Oleh Much. Khoiri KOPDAR alias kopi darat komunitas Rumah Virus Literasi (RVL) sudah usai, tetapi dinamikanya tidak akan berhenti. Memang 21-23 Oktober 2022 itu hanya angka-angka, tetapi kopdar juga momentum bersejarah bagi warga RVL khususnya dan para pegiat literasi pada umumnya. Berikut ini catatan refleksinya. Untuk seluruh virus literasi RVL dan mereka yang tersebar di negeri ini, mari menjawab pertanyaan ini dengan lapang dada dan kebeningan hati : “Sebagai virus literasi, apakah yang (akan) kita tularkan kepada masyarakat?” Sebagai virus … Continue reading “Refleksi Kopdar RVL 2022: Sebagai Virus Literasi, Apakah yang Kita Tularkan kepada Sesama?”
Penulis RVL Sebagai Pencipta dan Penyebar Virus Literasi
Posted on October 19, 2022October 19, 2022Categories Literasi 266 Comments on Penulis RVL Sebagai Pencipta dan Penyebar Virus LiterasiOleh Much. Khoiri RVL, Rumah Virus Literasi! Inilah “rumah” kreatif kita, rumah virus literasi, komunitas yang kita cintai. Namun, mari maknai rumah di sini sebagai tempat hunian (home), bukan hanya bangunan rumah (house). Loh, memang apakah bedanya? Hunian itu wujudnya bisa macam-macam—bisa gedung, gubuk reyot, ruang di bawah jembatan. Yang penting, penghuninya merasa nyaman dan kerasan di dalamnya. Di situ ada sumber kebahagiaan. Karena bahagia, penghuninya riang melakukan apa yang disukainya. Sementara, rumah itu merujuk ke bentuk fisik bangunan. Ada … Continue reading “Penulis RVL Sebagai Pencipta dan Penyebar Virus Literasi”
Bangkit dari Kevakuman, Dia Kembali Giat Menulis
Posted on October 19, 2022October 19, 2022Categories Literasi 517 Comments on Bangkit dari Kevakuman, Dia Kembali Giat MenulisOleh Much. Khoiri Petang ini saya ingin membalas komentar-komentar di dalam weblog saya. Dalam artikel saya yang berjudul “Kecanduan Menulis Buku” (2021) (https://muchkhoiri.com/2021/04/kecanduan-menulis-buku/.), saya menemukan tanggapan menarik dari seorang ibu: “Setelah vakum puluhan tahun, saya memulai kembali menulis di usia senja. Tidak ada kata terlambat kan, Pak?” “Setelah vakum puluhan tahun, saya memulai kembali menulis di usia senja. Tidak ada kata terlambat kan, Pak?” Tanggapan itu mengandung makna yang menarik untuk diulik di sini. Pertama, sang Ibu itu dulu pernah … Continue reading “Bangkit dari Kevakuman, Dia Kembali Giat Menulis”
Menyelami Pengalaman Menulis Penulis “Sahabat Pena Kita”
Posted on October 17, 2022Categories Book Review 512 Comments on Menyelami Pengalaman Menulis Penulis “Sahabat Pena Kita”Oleh Much. Khoiri MEMBACA buku antologi berjudul Menulis Kreatif dan Produktif: Kompilasi Pengalaman Personal (2021) yang dieditori oleh Ngainun Naim, dan diterbitkan oleh penerbit Sahabat Pena Kita, sangat penting bagi penulis—siapa pun dia, baik penulis berpengalaman maupun penulis belum-berpengalaman alias penulis pemula. Mengapa? Yang mendasar, buku ini merupakan sehimpun tulisan pengalaman personal dari puluhan penulis yang pada umumnya sudah berpengalaman dalam bidang menulis, termasuk menulis buku. Bahkan ada penulis yang telah memiliki puluhan buku, bayangkan! Terlebih, tulisan mereka terkait dengan … Continue reading “Menyelami Pengalaman Menulis Penulis “Sahabat Pena Kita””
Mengajak Menulis Tidak Semudah Mengajak Makan Bareng
Posted on October 16, 2022Categories Literasi 275 Comments on Mengajak Menulis Tidak Semudah Mengajak Makan BarengOleh Much. Khoiri PAGI ini masih mendung ketika seorang sahabat penulis curhat lewat WA begini: “Pak Blantik, ternyata mengajak teman bergabung di komunitas menulis tidak semudah mengajak makan bareng.” Pesan itu masuk tepat pukul 07.56, benar-benar masih pagi, suara musik aerobik Ibu-ibu pun masih terdengar di kejauhan. Belum sempat saya menjawabnya, dia mengetik lagi: “Banyak alasan, tidak punya waktulah, tidak bisa nulis lah, tidak bisa mulai dari manalah, tidak terbiasa lah, wah pokoknya banyak alasan menuju Roma. Atau mungkin saya … Continue reading “Mengajak Menulis Tidak Semudah Mengajak Makan Bareng”
Kelepon, Silaturahmi, Hujan dalam Kesan Dulgemuk
Posted on October 16, 2022October 16, 2022Categories Catatan Harian 474 Comments on Kelepon, Silaturahmi, Hujan dalam Kesan DulgemukOleh Much. Khoiri HARI Minggu ini Dulgemuk disambati Pak Blantik untuk mengantarkan dia dan keluarganya bersilaturahmi ke Pasuruan. Sebenarnya, Dulgemuk bisa menolak; lha wong Pak Blantik sendiri bisa menyetir “Innophard” (Innova rasa Alphard) putihnya; namun, Dulgemuk tidak sampai hati, sebab Pak Blantik kaki kirinya sedang sakit. Bayangkan, Pak Blantik yang tambun itu, kaki kirinya yang sakit, apa kata dunia? Matahari masih belum berada di atas kepala, namun hawanya terasa menyengat. Kali ini, Pak Blantik bilang. “Mas, mampir Gempol ya, kita … Continue reading “Kelepon, Silaturahmi, Hujan dalam Kesan Dulgemuk”
