Oleh Much. Khoiri RVL, Rumah Virus Literasi! Inilah “rumah” kreatif kita, rumah virus literasi, komunitas yang kita cintai. Namun, mari maknai rumah di sini sebagai tempat hunian (home), bukan hanya bangunan rumah (house). Loh, memang apakah bedanya? Hunian itu wujudnya bisa macam-macam—bisa gedung, gubuk reyot, ruang di bawah jembatan. Yang penting, penghuninya merasa nyaman dan kerasan di dalamnya. Di situ ada sumber kebahagiaan. Karena bahagia, penghuninya riang melakukan apa yang disukainya. Sementara, rumah itu merujuk ke bentuk fisik bangunan. Ada … Continue reading “Penulis RVL Sebagai Pencipta dan Penyebar Virus Literasi”
Bangkit dari Kevakuman, Dia Kembali Giat Menulis
Posted on October 19, 2022October 19, 2022Categories Literasi 517 Comments on Bangkit dari Kevakuman, Dia Kembali Giat MenulisOleh Much. Khoiri Petang ini saya ingin membalas komentar-komentar di dalam weblog saya. Dalam artikel saya yang berjudul “Kecanduan Menulis Buku” (2021) (https://muchkhoiri.com/2021/04/kecanduan-menulis-buku/.), saya menemukan tanggapan menarik dari seorang ibu: “Setelah vakum puluhan tahun, saya memulai kembali menulis di usia senja. Tidak ada kata terlambat kan, Pak?” “Setelah vakum puluhan tahun, saya memulai kembali menulis di usia senja. Tidak ada kata terlambat kan, Pak?” Tanggapan itu mengandung makna yang menarik untuk diulik di sini. Pertama, sang Ibu itu dulu pernah … Continue reading “Bangkit dari Kevakuman, Dia Kembali Giat Menulis”
Menyelami Pengalaman Menulis Penulis “Sahabat Pena Kita”
Posted on October 17, 2022Categories Book Review 512 Comments on Menyelami Pengalaman Menulis Penulis “Sahabat Pena Kita”Oleh Much. Khoiri MEMBACA buku antologi berjudul Menulis Kreatif dan Produktif: Kompilasi Pengalaman Personal (2021) yang dieditori oleh Ngainun Naim, dan diterbitkan oleh penerbit Sahabat Pena Kita, sangat penting bagi penulis—siapa pun dia, baik penulis berpengalaman maupun penulis belum-berpengalaman alias penulis pemula. Mengapa? Yang mendasar, buku ini merupakan sehimpun tulisan pengalaman personal dari puluhan penulis yang pada umumnya sudah berpengalaman dalam bidang menulis, termasuk menulis buku. Bahkan ada penulis yang telah memiliki puluhan buku, bayangkan! Terlebih, tulisan mereka terkait dengan … Continue reading “Menyelami Pengalaman Menulis Penulis “Sahabat Pena Kita””
Mengajak Menulis Tidak Semudah Mengajak Makan Bareng
Posted on October 16, 2022Categories Literasi 275 Comments on Mengajak Menulis Tidak Semudah Mengajak Makan BarengOleh Much. Khoiri PAGI ini masih mendung ketika seorang sahabat penulis curhat lewat WA begini: “Pak Blantik, ternyata mengajak teman bergabung di komunitas menulis tidak semudah mengajak makan bareng.” Pesan itu masuk tepat pukul 07.56, benar-benar masih pagi, suara musik aerobik Ibu-ibu pun masih terdengar di kejauhan. Belum sempat saya menjawabnya, dia mengetik lagi: “Banyak alasan, tidak punya waktulah, tidak bisa nulis lah, tidak bisa mulai dari manalah, tidak terbiasa lah, wah pokoknya banyak alasan menuju Roma. Atau mungkin saya … Continue reading “Mengajak Menulis Tidak Semudah Mengajak Makan Bareng”
Kelepon, Silaturahmi, Hujan dalam Kesan Dulgemuk
Posted on October 16, 2022October 16, 2022Categories Catatan Harian 474 Comments on Kelepon, Silaturahmi, Hujan dalam Kesan DulgemukOleh Much. Khoiri HARI Minggu ini Dulgemuk disambati Pak Blantik untuk mengantarkan dia dan keluarganya bersilaturahmi ke Pasuruan. Sebenarnya, Dulgemuk bisa menolak; lha wong Pak Blantik sendiri bisa menyetir “Innophard” (Innova rasa Alphard) putihnya; namun, Dulgemuk tidak sampai hati, sebab Pak Blantik kaki kirinya sedang sakit. Bayangkan, Pak Blantik yang tambun itu, kaki kirinya yang sakit, apa kata dunia? Matahari masih belum berada di atas kepala, namun hawanya terasa menyengat. Kali ini, Pak Blantik bilang. “Mas, mampir Gempol ya, kita … Continue reading “Kelepon, Silaturahmi, Hujan dalam Kesan Dulgemuk”
Dulgemuk: Sempurnakan Kuliah dengan Ijazah dan Ijab Sah!
Posted on October 15, 2022October 16, 2022Categories Kolom 745 Comments on Dulgemuk: Sempurnakan Kuliah dengan Ijazah dan Ijab Sah!Oleh Much. Khoiri DULGEMUK diundang untuk berbagi di depan mahasiswa (relatif) baru. Mahasiswa duduk lesehan di lantai joglo fakultas, membentuk huruf U. Sementara Dulgemuk, didampingi pembina dan dua mahasiswa senior, siap bertutur sedikit tentang tema yang tertera di backdrop di belakang punggungnya: Kuliah untuk apa? “Teman-teman sekalian,” Dulgemuk memulai materinya. “Kuliah itu untuk ijazah dan ijab sah.” Mahasiswa, yang mengira bahwa sharing pembicara tamu akan serius pastilah tertawa dalam hati. Membenarkan. Sekarang mereka hanya tersenyum. Dulgemuk memandangi setiap penjuru. “Ya … Continue reading “Dulgemuk: Sempurnakan Kuliah dengan Ijazah dan Ijab Sah!”
Dulgemuk Berceloteh Mulai Gas Air Mata hingga Kopi Nasgithel
Posted on October 14, 2022October 14, 2022Categories Kolom 9,585 Comments on Dulgemuk Berceloteh Mulai Gas Air Mata hingga Kopi NasgithelOleh: Much. Khoiri TIBA-tiba Dulgemuk menjadi cerdas yang mengerikan! Apa yang Dulgemuk baca, lihat, dan dengar terekam lekat dalam pikirannya. Itu pun minta dikeluarkan. Jika tidak, ada semacam kekuatan-kekuatan yang memberontak dari dalam. Semua itu terjadi malam ini. Dugaan Dulgemuk benar. Ini terkait tragedi Kanjuruhan: gas air mata. 131 korban meninggal bukan semata karena bentrok antar suporter. Penyebab awalnya justru semprotan gas air mata. Mereka panik akibat disemprot, lalu berdesakan, saling sikut, saling injak. Pintu 13 tertutup, maka di sana … Continue reading “Dulgemuk Berceloteh Mulai Gas Air Mata hingga Kopi Nasgithel”
Sumpah, Alangkah Wanginya Buku Baru!
Posted on October 13, 2022October 13, 2022Categories Literasi 81 Comments on Sumpah, Alangkah Wanginya Buku Baru!Oleh Much. Khoiri KETIKA pertama kali saya menerima sebuah buku baru yang saya editori pada tahun 2011, saya langsung berucap syukur alhamdulillah dan menciuminya. Buku antologi cerpen berjudul Ndoro, Saya Ingin Bicara (2011) itu, yang merupakan himpunan cerpen alumni Unesa, terasa wangi kovernya. Saya menciuminya seperti sedang menciumi seorang bayi. Sungguh, buku baru itu tercium wangi—bukan hanya kovernya, ternyata, melainkan juga halaman demi halaman. Sungguh, buku baru itu tercium wangi—bukan hanya kovernya, ternyata, melainkan juga halaman demi halaman. Saya memandangi … Continue reading “Sumpah, Alangkah Wanginya Buku Baru!”
Kata Pengantar: Membaca Narasi Literasi Omjay sebagai Guru-Penulis
Posted on October 11, 2022October 13, 2022Categories Literasi 109 Comments on Kata Pengantar: Membaca Narasi Literasi Omjay sebagai Guru-PenulisOleh Much. Khoiri SEBELUM memulai perbincangan singkat ini, saya ingin mengajukan maksud dua konsep yang terkandung di dalam judul di atas, yakni narasi literasi dan guru penulis. Setelah itu, saya akan memaparkan bagaimana narasi literasi Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd—akrab disapa Omjay—sebagai guru penulis. Narasi literasi, dalam tulisan ini, dimaknai sebagai kisah atau narasi tentang pengalaman seseorang terkait dengan dunia literasi—terutama dunia membaca dan menulis—juga menyangkut pengetahuannya pada bidang khusus pilihannya, semisal bidang mengajar, meneliti, belajar bahasa baru, perlombaan, kisah belajar … Continue reading “Kata Pengantar: Membaca Narasi Literasi Omjay sebagai Guru-Penulis”
Menuju Deklarasi Perdamaian Suporter
Posted on October 10, 2022October 10, 2022Categories Catatan Harian 66 Comments on Menuju Deklarasi Perdamaian SuporterOleh: Much. Khoiri JALAN untuk menyelesaikan rivalitas kelewat batas antar suporter terkesan semakin nyata. Sesepuh Aremania, Anto Baret, dalam konferensi pers, berencana menggelar deklarasi perdamaian antar-suporter se-Indonesia. Itu terinspirasi kehadiran Bonek secara langsung di Malang saat doa bersama tujuh hari tragedi Kanjuruhan yang dihelat pada Jumat 7 Oktober 2022. (Jawa Pos, 9/10). Ada semacam kesadaran yang kuat untuk perdamaian antar suporter yang mengalir dari seluruh pelosok Indonesia. Ini mengingat, rivalitas kelewat batas ternyata membawa korban suporter. Anto Baret mengakui, tidak … Continue reading “Menuju Deklarasi Perdamaian Suporter”
