Menuju Deklarasi Perdamaian Suporter

Oleh: Much. Khoiri

JALAN untuk menyelesaikan rivalitas kelewat batas antar suporter terkesan semakin nyata. Sesepuh Aremania, Anto Baret, dalam konferensi pers, berencana menggelar deklarasi perdamaian antar-suporter se-Indonesia. Itu terinspirasi kehadiran Bonek secara langsung di Malang saat doa bersama tujuh hari tragedi Kanjuruhan yang dihelat pada Jumat 7 Oktober 2022. (Jawa Pos, 9/10).

Ada semacam kesadaran yang kuat untuk perdamaian antar suporter yang mengalir dari seluruh pelosok Indonesia. Ini mengingat, rivalitas kelewat batas ternyata membawa korban suporter.

Gambar: Malang Posco Media

Anto Baret mengakui, tidak mudah mengawali upaya itu, tapi inilah saatnya berdamai. Ada semacam kesadaran yang kuat untuk perdamaian antar suporter yang mengalir dari seluruh pelosok Indonesia. Ini mengingat, rivalitas kelewat batas ternyata membawa korban suporter. Dalam tragedi Kanjuruhan, ada 131 nyawa hilang akibat rivalitas kelewat batas.

Sebelum itu, keinginan untuk membangun perdamaian antar suporter telah muncul dari berbagai pihak. Sehari sebelumnya, Jawa Pos (8/10) menurunkan salah satu berita dengan judul ‘Saatnya Damai, Sudahi Rivalitas Kelewat Batas’. Intinya, damai itu indah. Berikut ini suara-suara penting tentang keinginan perdamaian itu, dikutip dari media mainstream tersebut.

Zamzam Al-Maulani (Aremania Nerut/Turen): “Saya memakai kaus Bonek meski saya Aremania. Ini sebuah tanda saya sebagai Aremanis ingin kedamaian dengan Bonek. Cukup rasanya rivalitas kelewat batas selama ini. Saya ingin mewariskan hal baik kepada anak cucu kami.”

“Saya memakai kaus Bonek meski saya Aremania. Ini sebuah tanda saya sebagai Aremanis ingin kedamaian dengan Bonek. Cukup rasanya rivalitas kelewat batas selama ini. Saya ingin mewariskan hal baik kepada anak cucu kami.”

Adrian Bistara (Bonek Surabaya): “Seperti halnya lagu Dewa 19 Laskar Cinta, saya ingin mewujudkan kalimat ‘tebarkanlah virus cinta, musnahkanlah virus benci’, saya putuskan datang ke Kanjuruhan. Demi perdamaian, agar tidak ada lagi ibu yang menangis karena kehilangan anaknya dalam sepak bola.”

Andika Hermansyah (Ultras Gresik): “Ini waktunya. Ini momennya. Sudah cukup nyawa melayang karena sepak bola. Sudah saatnya suporter di seluruh Indonesia berdamai dan bersatu.”

Maryadi Suryadharma (Presiden DPP Pasoepati): “Bukan hanya Bonek-Aremania, tapi The Jakmania-Viking juga harus berdamai. Agar sepak bola Indonesia bisa bersatu dan lebih baik lagi tanpa ada rasa kebencian di dalamnya.”

Empat pernyataan di atas hanya representasi dari sekian banyak suporter yang mendambakan perdamaian. Ada kesadaran bersama, bahwa kebencian atau rivalitas kelewat batas tidak menguntungkan sama sekali. Ia hanya menguatkan solidaritas internal tim dan suporter, tetapi menghancurkan solidaritas antar tim dan suporter. Overfanatisme semacam itu harus disudahi, jangan sampai diturunkan kepada anak cucu.

Overfanatisme semacam itu harus disudahi, jangan sampai diturunkan kepada anak cucu.

Karena itu, tepat kiranya Anto Baret dan kawan-kawan merasa terpanggil untuk menjadi fasilitator bagi deklarasi perdamaian suporter se-Indonesia. Mudah-mudahan upaya yang mulia itu menemukan kemudahan dalam perwujudannya. Pasca deklarasi, mudah-mudahan perdamaian benar-benar tercipta dalam panji sportivitas dan kebersamaan.

Saudara, jika ada komentar atau gagasan untuk menyukseskan deklarasi perdamaian suporter se-Indonesia, silakan pasang tanggapan Anda di kolom komentar. Salam damai, salam prestasi.

Kabede, 10 Oktober 2022

BACA JUGA

Author: admin

MUCH. KHOIRI adalah dosen Kajian Budaya/Sastra dan Creative Writing, sponsor literasi, blogger, certified editor & writer 74 buku dari Unesa. Di antaranya "Kitab Kehidupan" (2021) dan "Menjerat Teror(isme): Eks Napiter Bicara, Keluarga Bersaksi" (2022).

19 thoughts on “Menuju Deklarasi Perdamaian Suporter”

  1. Olahraga sepakbola itu sendiri menyenangkan, insan pelakunya di lapangan mesti berkarakter sportif. Mungkin satu-satunya istilah di dunia olahraga yakni SPORTIF, menjunjung tinggi nilai-nilai Sportivitas, baik pada pemain (atlet) maupun penonton. Kita dapat menyaksikan pula ulah para pelatih atau official hingga pelaksana, mereka juga ada yang dapat saja menjadi biang keributan, termasuk wasit. Kini berpulang kepada para pelaku sepakbola itu sendiri dan penonton (suporter) pendukung. Fanatisme pada klub kesayangan yang berlebihan berdampak buruk. Mengapa orang tidak sudi menerima kekalahan atau sebaliknya mengakui kemenangan lawan? Mengapa pergi menonton dengan harapan kuat bahwa tim kesayangan akan menjadi pemenang? Bukankah teknik dan strategi menjadi taruhan pada suatu pertandingan (perlombaan)? Nama besar klub (tim) bukanlah jaminan. Mari berolahraga dengan hati yang gembira,biar badan makin sehat dan bukan luka atau bahkan tewas sia-sia.

    1. Much Khoiri says:

      Pak Bani, terima kasih atas komemtar yg cerdas dan bagus

  2. Daswatia Astuty says:

    Jika nyawapun sudah dikorban msh adakah yg lebih berharga untuk dikorban lagi?
    Saatnya memang untuk berdamai💪💪💪

    1. Much Khoiri says:

      Betul sekali. Perdamaian antar suporter sdh urgen dipegang bersama.

  3. Yayuk S Yudoyoko says:

    Alhamdulillah smg bs sgr terwujud. Jdilah suporter yg sportif, siap tim kesayanganya menang ato kalah.
    Sebenarnya bnyk penonton yg hanya ingin menikmati pertandingan tdk peduli tim mana yg menang ( termasuk saya). Dg fanatisme bs mengganggu masyarakat …blm lagi klo ada tawuran…jadi ngeriiii … sdh sangat banyak korban …mau brp lagi??
    *ingat ya kerrr kita satu saudara*

    1. Much Khoiri says:

      Matur nuwun sanget. Komentarnya joss

  4. sepakbola ada untuk perdamaian dunia. Salam blogger Pershabatan. Omjay

    1. Much Khoiri says:

      Sepakat, omjay. Semoga perdamaian segera terwujud

  5. Cecep Gaos says:

    Semoga dunia sepak bola kita semakin berkualitas dan dewasa, dalam berbagai aspek dan pihak…

    1. Much Khoiri says:

      Aamiin. Temksh, P Cepga

  6. Dhofar says:

    Apapun yang namanya fanatisme itu bisa menyebabkan kerusakan. Yang terbaik adalah tengeh-tengah atau moderasi (Khoirul umur ausatuha).
    Semoga menjadi ibrah untuk menjadi suporter insan kamil yang moderat..

    1. Much Khoiri says:

      Mantap, sepakat, Pak Usdhof. Semoga sehat selalu

  7. Pingback: madridbet
  8. Vqcosk says:

    purchase fenofibrate sale cost fenofibrate 160mg fenofibrate 160mg for sale

  9. Jcwclr says:

    cialis otc buy sildenafil 50mg viagra 100mg drug

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *