Oleh Much. Khoiri MENULIS itu seperti naik sepeda, yang tingkat kemahirannya menjadi sempurna setelah menjalani serangkaian latihan. Kecepatan mengayuh sepeda berbanding lurus dengan kemahiran. Maka, jangan ngebut sebelum mahir. Mengapa sebelum mahir tidak disarankan untuk menyetir sepeda dengan ngebut (pada kecepatan tinggi)? Tentu, hal itu mengingkari proses latihan yang seharusnya dia jalani, di samping akibatnya yang membahayakan—baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Apa itu? Bisa nabrak-nabrak. Demikian pun menulis. Jika seseorang belum mahir menulis, ada baiknya tidak menulis dengan … Continue reading “Menulis Itu Seperti Naik Sepeda, Jangan Ngebut Sebelum Mahir”
Memasak Sayur Lodeh di Minggu Pagi
Posted on December 4, 2022Categories Catatan Harian 508 Comments on Memasak Sayur Lodeh di Minggu PagiOleh Much. Khoiri SIARAN ulang skuad Argentina vs Australia masih berlangsung seru pagi ini, ketika saya tiba-tiba kangen makan dengan sayur lodeh pedas. Saya tanya anak perempuan, apakah ada bahan-bahan lodeh di dalam kulkas. Dia mengiyakan. “Tahu, tempe, cabe hijau, cabe merah, bawang putih-merah. Terong juga ada. Yang tidak ada kacang tolo. Sebentar lagi saya belikan.” Dia mengeluarkan semuanya dan menaruhnya di meja. Terong dikembalikan lagi. Dia menyebut bahan-bahan itu untuk memastikan saya menyetujuinya, sebab semua itu favorit saya kalau … Continue reading “Memasak Sayur Lodeh di Minggu Pagi”
Alangkah Pantasnya Kehilangan Orang Dekat
Posted on December 3, 2022Categories Catatan Harian 112 Comments on Alangkah Pantasnya Kehilangan Orang DekatOleh Much. Khoiri KEHILANGAN itu sebuah keniscayaan bagi kita yang pernah mendapatkan (sesuatu). Itu sunnatullah. Kita pernah bertemu dan berteman dengan teman-teman dekat; dan akhirnya kita kehilangan karena kepergian mereka. Itu keniscayaan yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Ada orang bilang, dunia ini panggung sandiwara, dengan cerita yang kita mainkan. Kita dapatkan teman dan/atau lawan main dalam peran yang kita lakukan. Namun, toh cerita harus berakhir, dan itu berarti relasi antar pemain harus dihentikan—dan terjadilah keniscayaan itu: kehilangan teman/lawan main! Habisnya … Continue reading “Alangkah Pantasnya Kehilangan Orang Dekat”
Menjelajah Buku ‘Anakku Investasi Masa Depanku’
Posted on November 30, 2022November 30, 2022Categories Book Review 292 Comments on Menjelajah Buku ‘Anakku Investasi Masa Depanku’Oleh Much. Khoiri MEMBACA judul buku ini ‘Anakku Investasi Masa Depanku’ langsung memberikan kesan bahwa buku ini merupakan buku parenting. Judulnya memancarkan makna bahwa penulis buku ini seorang ibu dan dia sedang berkisah tentang anaknya. Judul buku Anakku Investasi Masa Depanku: Sehimpun Tulisan tentang Parenting Penulis Sumintarsih Penerbit SIP Publishing, Banyumas Tahun Cetakan pertama, Oktober 2022 Ukuran 14 x 20 cm Tebal X + 112 hlm SIPSBN 920-220-900-010-7 Ternyata benar, penulis buku ini, Sumintarsih, adalah seorang ibu. Bahkan, ia seorang … Continue reading “Menjelajah Buku ‘Anakku Investasi Masa Depanku’”
Andaikata Ada Berita Duka di Grup Ini Pagi Ini
Posted on November 30, 2022November 30, 2022Categories Catatan Harian 70 Comments on Andaikata Ada Berita Duka di Grup Ini Pagi IniOleh Much. Khoiri ANDAIKATA—sekali lagi, andaikata—ada berita duka di grup ini pagi ini, apa yang kita lakukan? Tentu, tanpa diminta, ucapan bela sungkawa dan doa akan muncul hampir setiap detik, dan akhirnya memenuhi lapak grup. Semua keluar sebagai pertanda suasana duka. Apakah suasana duka terus dilanjutkan seharian? Tentu tidak! Kedukaan akan segera hilang, dan akan kembali ke suasana ekosistem (kerja) normal masing-masing. Pengolah data kembali ke datanya, guru kembali ke ruang mendidiknya, pejabat kembali ke tugasnya. Namun, semua ada hikmahnya, … Continue reading “Andaikata Ada Berita Duka di Grup Ini Pagi Ini”
Sepotong Hikmah Makan Tahu Pong dan Gurami
Posted on November 28, 2022Categories Catatan Harian 226 Comments on Sepotong Hikmah Makan Tahu Pong dan GuramiOleh Much. Khoiri SEMUA ini kisah kilas balik, 28 November 2012 silam, sepuluh tahun silam! Ini tentang sepotong hikmah makan tahu pong dan gurami. Bagaimana kisahnya? Saat itu saya dan tim IDB Unesa sedang di lobi Gumaya Tower Hotel, Jln. Gajah Mada Semarang. Sebuah hotel berbintang yang jangkung—dan agak arogan di antara bangunan di sekitarnya. Kami harus menginap di sini untuk mengikuti Forum PMU IDB ke-7 tanggal 28-30 November 2012 yang dipanitiai Universitas Negeri Semarang (Unnes). Waktu sudah menunjuk 20.45. … Continue reading “Sepotong Hikmah Makan Tahu Pong dan Gurami”
Berlomba dengan Diri Sendiri untuk Menulis
Posted on November 25, 2022Categories Literasi 75 Comments on Berlomba dengan Diri Sendiri untuk MenulisOleh Much. Khoiri BERLOMBA dengan orang lain sejatinya mudah karena pesaingnya tampak jelas di depan mata. Yang sulit itu berlomba dengan diri sendiri, bukan orang lain. Mengapa demikian? Jika pesaingnya tampak di depan mata, mudah untuk membandingkan diri sendiri dengan sang pesaing: Kurang-lebihnya apa dan bagaimana. Ada ukuran atau kriteria untuk alat merenung dan menilai kekuatan dan prestasi diri. Niatnya, harus bisa menang dan lebih unggul dari pada pesaingnya. Pokoknya harus lebih superjoss. Jika pesaing tak tampak, alias tersembunyi, inilah … Continue reading “Berlomba dengan Diri Sendiri untuk Menulis”
‘Membaca’ Sebagai Penulis (1)
Posted on November 24, 2022August 18, 2023Categories Literasi 253 Comments on ‘Membaca’ Sebagai Penulis (1)Oleh Much. Khoiri SAYA menggunakan kata ‘membaca’ (dalam tanda kutip) dengan maksud untuk menyepadankannya dengan kata ‘Iqra’ dalam QS Al-Alaq. Ia mengandung makna bukan hanya membaca teks tertulis, melainkan juga membaca ayat-ayat tak tertulis secara luas. Membacanya pun ‘atas nama Tuhanmu’. Cakupan membaca saja sedemikian luas ketika ia diproyeksikan untuk memaknai ‘lebih dari sekadar teks tulis’. Ditambah lagi ‘atas nama Tuhanmu’, ini makin menjadi tantangan dan sekaligus jadi peringatan. Mengapa? Mungkin saja, membaca telah dilakukan sebanyak-banyaknya, namun bukan atas nama … Continue reading “‘Membaca’ Sebagai Penulis (1)”
Membaca Diri: Keunikan Membuat Kita Ada
Posted on November 23, 2022Categories Catatan Harian 498 Comments on Membaca Diri: Keunikan Membuat Kita AdaOleh Much. Khoiri MARILAH membaca diri sendiri, mulai ujung rambut hingga ujung kaki. Kita akan tiba pada simpulan ini: Setiap manusia terlahir dengan keunikan masing-masing. Keunikan seperti apa? Belum lagi soal karakter, kondisi fisik saja pun sudah unik. Dengan saudara kandung pun, ada perbedaan. Rielnya, mulai ujung rambut sampai ujung kaki, Yu Tun memiliki keunikan, yang berbeda dengan Ning Tini. Dari potongan rambut, raut wajah, tinggi badan, berat badan, tingkat kebugaran, ukuran sepatu, dan sebagainya, Yu Tun berbeda dengan Ning … Continue reading “Membaca Diri: Keunikan Membuat Kita Ada”
Dalam Setiap Kejadian Ada Hikmahnya
Posted on November 22, 2022November 22, 2022Categories Catatan Harian 87 Comments on Dalam Setiap Kejadian Ada HikmahnyaOleh Much. Khoiri ALANGKAH tak terhingganya rahasia atau misteri yang terhampar di muka bumi ini, dan alangkah dhaif (lemah)-nya saya dalam memahami (meski) hanya sebagian kecil darinya. Salah satu bagian kecil itu adalah suatu hikmah dari suatu kejadian. Ketika kita mendapati suatu musibah—entah ketinggalan kereta, kecopetan, ditinggal kekasih, gempa bumi, sakit, hingga kematian—sahabat yang baik lazimnya datang menghibur, dan menutup kata-katanya dengan ungkapan, “Semua itu pasti ada hikmahnya.” Sebelum kalimat terakhir, sahabat akan mengelus hati kita agar bersabar, tabah, dan … Continue reading “Dalam Setiap Kejadian Ada Hikmahnya”
