Oleh: Much. Khoiri MENULIS –menuangkan pikiran, perasaan, pengalaman ke dalam tulisan– bisa diibaratkan menanam benih tumbuhan. Benih yang baik akan tumbuh baik, benih yang cacat juga akan tumbuh cacat. Tatkala berbuah, buahnya pun akan sesuai kualitas benih yang ditanam. Setidaknya, begitulah pengalaman saya membantu Bapak bertani di desa sewaktu remaja dulu. Benih padi yang kami semaikan, lalu kita tanam, siangi, rawat, beri pupuk, airi secukupnya, dan sebagainya–hasilnya memuaskan. Namun, sebaliknya, kami pernah gagal panen akibat pemilihan benih yang salah. Gagal … Continue reading “Serial Write or Die (7): MENULIS UNTUK BERBAGI KEBAIKAN”
MENULISLAH SESUAI KAIDAH GENRE
Posted on April 2, 2021April 3, 2021Categories Literasi 68 Comments on MENULISLAH SESUAI KAIDAH GENREOleh: Much. Khoiri Agar tulisan kita dikenali sebagai sebuah tulisan tertentu atau bukan, marilah kita menulis sesuai dengan kaidah genre tertentu. Setiap genre tulisan memiliki kaidahnya sendiri. Meski mungkin ada irisan persamaan kaidah antara satu genre dan genre lain, ada cirikhas pembeda yang dimiliki suatu genre tulisan dan tidak dimiliki oleh genre tulisan lain. Sebutlah kita mengenal tulisan dengan genre cerpen, pentigraf, puisi atau sajak, drama atau lakon, feature, catatan harian, catatan perjalanan, opini (termasuk resensi), refleksi, dan reportase. Pentigraf … Continue reading “MENULISLAH SESUAI KAIDAH GENRE”
KECANDUAN MENULIS BUKU
Posted on April 2, 2021October 7, 2022Categories Literasi 64 Comments on KECANDUAN MENULIS BUKUOleh: Much. Khoiri Saya baru menyusun buku (antologi) tahun 2011 dan saya bertindak sebagai penulis sekaligus editor buku itu–sebuah kumpulan cerpen teman-teman alumni Unesa, yang berjudul “Ndoro, Saya Ingin Bicara.” Impian untuk menerbitkan buku justru tesulut oleh pertanyaan seorang anak SMP dalam suatu pelatihan tahun 2010. “Pak, seperti uraian Bapak, tulisan Bapak sudah sangat banyak. Di mana saya bisa membeli buku-buku Bapak?” Saat itu saya langsung bersujud syukur ke lantai. Itu sebuah teguran tak langsung dari “langit”—bahwa sudah waktunya saya … Continue reading “KECANDUAN MENULIS BUKU”
BUNGLON (Cerpen – Tamat)
Posted on April 1, 2021Categories Sastra 275 Comments on BUNGLON (Cerpen – Tamat)Oleh Much. Khoiri Kini Monyet menyedot nafas dalam. Seluruh hadirin memandang satu sama lain. Tempat itu hening sejenak. “Mereka pasti memainkan sekian macam peran dengan karakter-karakter berbeda. Mestikah kita juga begitu?” sela Bunglon. Tubuhnya tampak menghijau senada dengan daun tempat dia berpijak. Kura-kura merangkak, dan berujar, “O tidak. Ketahuilah, mereka itu telah kehilangan jati diri.” Sejumlah burung mengepak-kepakkan sayapnya dan menganggukkan kepala. Tawon-tawon mendengung, dan anjing-anjing melonglong ke angkasa. “Saya kira menyesuaikan itu bukan berarti menghanyutkan diri,” kata Bunglon meyakinkan. … Continue reading “BUNGLON (Cerpen – Tamat)”
BUNGLON (Cerpen – Bagian 1)
Posted on March 31, 2021Categories Sastra 468 Comments on BUNGLON (Cerpen – Bagian 1)Oleh: Much. Khoiri SEMUA ini terjadi setelah pemilihan umum di Negeri Rimba. Mayoritas hewan besar kelas Herbivora, Karnivora dan Omnivora sedang tawar-menawar soal proporsi kursi di Majelis Permusyawaratan Hewan; dan seluruh hewan jelata telah kembali ke kehidupan keseharian – dalam atmosfir seperti dulu, mereka bisa bernafas, makan, minum, bekerja, bermain, dan tidur nyenyak lagi di tanah impian mereka. Kendati telah bergolak kerusuhan, bentrokan, korban-korban, dan bertumpuk-tumpuk kesedihan, di mata mereka masih tersimpan harapan untuk kehidupan lebih baik. Sekitar empat-puluh partai … Continue reading “BUNGLON (Cerpen – Bagian 1)”
BLANJA ING PASAR TRADISIONAL
Posted on March 30, 2021Categories Catatan Harian 388 Comments on BLANJA ING PASAR TRADISIONALDening: Much. Khoiri Seneng banget rasane. Ing Surabaya ana gebrakan anyar, yaiku gerakan blanja (tetuku) ing pasar rakyat (tradisional). Kampanye gerakan iki bakal sampai kabeh 154 kelurahan sak kutha Surabaya. Bakale ana sosialisasi kanggo 31 camat dan 154 lurah, sahingga gerakan blanja iki enggal sumebar ing kabeh tlatah Kota Pahlawan. Kepala Dinas Koperasi lan Usaha Mikro, Widodo Suryantoro, dhawuh, “Kita imbau semua blanja di pasar-pasar tradisional.” Pak Widodo nambahi menawa ing pasar-pasar tradisional (pasar rakyat) wis kasedhiya sembarang kebutuhan—yaiku kebutuhan … Continue reading “BLANJA ING PASAR TRADISIONAL”
TILANG ELEKTRONIK
Posted on March 28, 2021March 28, 2021Categories Catatan Harian 274 Comments on TILANG ELEKTRONIKCatatan Much. Khoiri April ini perlalulintasan bakal lebih seru! Tilang elektronik (electronic traffic law enforcement, ETLE) sudah resmi diberlakukan sejak 23 Maret 2021 di 12 Polda se-Indonesia. Namun, hari-hari ini masih tahap sosialisasi—bisa pula dianggap simulasi. Masyarakat banyak belum tahu tentang tilang elektronik ini. Serunya seperti apa? Boleh saksikan sendiri. Mungkin akan terjadi kesemerawutan untuk awal-awalnya, maklum masyarakat kita hampir selalu begitu. Jika muncul perlawanan, jangan kaget. Mereka tidak telaten baca aturan atau edaran baru tentang tilang itu. Merekalah yang … Continue reading “TILANG ELEKTRONIK”
“KEMATIAN SUKRENI” (Cerpen – Tamat)
Posted on March 28, 2021March 28, 2021Categories Sastra 218 Comments on “KEMATIAN SUKRENI” (Cerpen – Tamat)Oleh: Much. Khoiri TIBALAH aku menjawab kasus ini. Aku tersenyum dalam hati, sambil membatin,” Permainan ini masih belum berakhir.” Maka didampingi Letda Putu dan Bripka Jono, aku memetakan pernyataan kunci Made, Didin, dan Alex di atas kertas. Fokusnya, menguji kebenaran status profesi, kemungkinan keterlibatan, dan motif pembunuhan. Made: [1] Saya bukan pelukis [juga kolektor]. [2] Saya tak terlibat pembunuhan Sukreni. [3] Saya sahabat Sukreni, belum mencintainya. Didin: [4] Saya bisa melukis [dan pebisnis]. [5] Tapi saya tak terlibat pembunuhan Sukreni. … Continue reading ““KEMATIAN SUKRENI” (Cerpen – Tamat)”
LOMBOK, LUWIH PEDHES REGANE
Posted on March 28, 2021Categories Catatan Harian 271 Comments on LOMBOK, LUWIH PEDHES REGANEDening: Much. Khoiri “Wis pancen edan ra kathokan tenan,” Bondan sanalika mbengok. “Lha mosok, rega lombok pedhese kaya ngene. Ngene iki sing salah sapa, sing bener sapa? Mosok ora ana sing salah lan sing bener?” Bondan ketok ngamuk, mrentala nyambel wong-wong kang nyebabake rega lombok iku pedhes! Jarene Bondan, lha kepriye kok ora arep ngamuk? Rega lombok sampai 150 ewu sak kilo-gram saiki—wis luwih sak wulan keri dhewe iki. Iku rega sing pedhes banget; ora nate rega kok sampe samono. … Continue reading “LOMBOK, LUWIH PEDHES REGANE”
“KEMATIAN SUKRENI” (Cerpen – Bagian 3)
Posted on March 27, 2021March 27, 2021Categories Sastra 970 Comments on “KEMATIAN SUKRENI” (Cerpen – Bagian 3)Oleh: Much. Khoiri ALEX juga agak terkejut melihatku. Namun, dia cepat menguasai diri. Perhatiannya lebih tertuju pada Bripka Jono dan Letda Putu. Kini dua partnerku menatap tajam Alex. “Hei, bung, Anda naksir Sukreni kan?” kata Bripka Jono. Dia mengelus-elus tongkat legam. Kepulan rokoknya mulai melayang. “Terus terang, pak, saya serius pada Sukreni. Tapi, dia belum menjawab lamaran saya. Katanya, masih ada urusan dengan orang lain.” “Orang lain siapa?” “Dia tak pernah menyebut nama,” tukasnya tanpa ragu. “Dia cuma pernah bilang, … Continue reading ““KEMATIAN SUKRENI” (Cerpen – Bagian 3)”
