UNTUK KOPDAR RVL, SAYA LUNCURKAN HANYA BUKU-BUKU INI…

Posted on Categories Literasi 57 Comments on UNTUK KOPDAR RVL, SAYA LUNCURKAN HANYA BUKU-BUKU INI…

Oleh Much. Khoiri UNTUK kopdar komunitas penulis Rumah Virus Literasi (RVL) ke-1 pada 21-23 Oktober 2022 di Yogyakarta, panitia akan menggelar dua acara inti yang penting, yakni peluncuran buku anggota RVL, dan workshop penulisan bagi guru dan umum. Sampai tulisan ini saya buat, saya dengar, sudah ada 15 penulis yang menyetor daftar buku-buku mereka yang akan diluncurkan. Adapun buku yang dimaksud adalah buku-buku mandiri dan antologi yang mereka terbitkan selama tahun 2021-2022. Kata panitia, buku akan diluncurkan dalam bentuk video. … Continue reading “UNTUK KOPDAR RVL, SAYA LUNCURKAN HANYA BUKU-BUKU INI…”

MENGAPA TEMU PENULIS ITU PENTING?

Posted on Categories Catatan Harian, Literasi 55 Comments on MENGAPA TEMU PENULIS ITU PENTING?

Oleh Much. Khoiri TULISAN ini bertujuan sederhana: memaparkan mengapa temu penulis itu penting. Entah apa namanya—entah kopi darat, kemah menulis, residensi, cangkrukan, atau entah apa lagi—semua ini hakikatnya temu penulis, dan karena itu penting bagi penulis. Alasan-alasan itu saya ajukan berdasarkan pengalaman saya saja, agar Anda tidak menganggapnya omong doang. Pertama yang saya petik hikmahnya dari temu penulis adalah silaturahmi. Setiap akan digelar kegiatan temu penulis, entah di Dewan Kesenian, Balai Bahasa, di sekolah-sekolah atau komunitas-komunitas di berbagai daerah, saya … Continue reading “MENGAPA TEMU PENULIS ITU PENTING?”

BLANTIK LITERASI DARI JAWA TIMUR

Posted on Categories Literasi 624 Comments on BLANTIK LITERASI DARI JAWA TIMUR

Oleh Much. Khoiri Saya Much. Khoiri–dosen, editor, dan penulis buku dari Universitas Negeri Surabaya–telah menekuni pembudayaan literasi sejak tahun 2000-an, dan meningkat intensitasnya sejak pencanangan Gerakan Literasi Nasional (GLN). Pengalaman sebagai penulis sejak 1986 membuat saya memberanikan diri untuk mengambil peran sebagai penggerak literasi di Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, dan kota/kabupaten di Jawa Timur. Bahkan, tahun 2021 ini, saya dikenal sebagai ‘Blantik Literasi’ berkat nama kanal youtube saya. Sebagai Blantik Literasi, saya ingin beriur dalam pembudayaan literasi, pada ranah sekolah, keluarga, … Continue reading “BLANTIK LITERASI DARI JAWA TIMUR”

MENJAGA KEARIFAN BERDEMOKRASI

Posted on Categories Literasi 220 Comments on MENJAGA KEARIFAN BERDEMOKRASI

Oleh Much. Khoiri Dalam kitab epos Mahabharata, perang digambarkan sebagai arena pertempuran antara dua pihak kesatria yang saling berseteru, biasanya antara darma kebaikan dan pelaku kejahatan. Dalam perang Bharatayuda di arena perang Kurusetra, pihak Pandawa dan Kurawa saling berhadapan dan saling bunuh atas apa yang diperjuangkan. Bahkan antar pihak berhadapan sesuai pangkatnya: panglima berhadapan dengan panglima, prajurit bertempur melawan prajurit. Waktu perang pun dibatasi hanya sampai matahari tenggelam. Bahkan pada dasarnya mereka saling babat satu lawan satu dan tidak main … Continue reading “MENJAGA KEARIFAN BERDEMOKRASI”

THAMRIN DAHLAN, SOSOK PENGABDI DUNIA LITERASI

Posted on Categories Literasi 630 Comments on THAMRIN DAHLAN, SOSOK PENGABDI DUNIA LITERASI

Oleh Much. Khoiri Semakin ke sini, semakin besar apresiasi saya terhadap sosok ini. Sosok yang saya maksudkan adalah Thamrin Dahlan, sosok yang biasa saya sapa dengan Pak Haji—setidaknya dalam tahun-tahun belakangan ini. Namanya menyatu dengan yayasan yang dibangunnya, dengan nama YPTD (Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan), dengan tagline: Menerbitkan buku ber-ISBN bayar seikhlasnya! Mengapa semakin ke sini? Saya mengenalnya bukan kemarin sore. Sejak tahun 2012-an silam saya sudah mengenalnya sebagai kompasianer—sebutan untuk penulis yang aktif di kompasiana.com, yang kala itu masih … Continue reading “THAMRIN DAHLAN, SOSOK PENGABDI DUNIA LITERASI”

BUKU DAN LITERASI HARGA MATI

Posted on Categories Literasi 299 Comments on BUKU DAN LITERASI HARGA MATI

Oleh Much. Khoiri DALAM tulisan ini saya tidak mempertentangkan buku cetak dan buku elektronik, termasuk perbincangan terkait dunia penerbitan. UU No. 3 tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan telah mewadahinya—dan adanya kenyataan bahwa setiap masa memiliki sejarahnya sendiri: Buku cetak dan buku elektronik memiliki pembacanya sendiri. Dalam hal ini saya hanya ingin mengupas peran strategis buku (cetak/elektronik) dalam pembudayaan literasi. Mengapa buku memegang peran strategis? Sebagaimana diamanatkan UU tersebut, buku merupakan sarana membangun dan meningkatkan budaya literasi. Ibaratnya, buku dan literasi … Continue reading “BUKU DAN LITERASI HARGA MATI”

Serial Xentuner & Literasi (2): NAIK XENTUNER, PULANG KE CINTAKU YANG SESUNGGUHNYA

Posted on Categories Literasi 146 Comments on Serial Xentuner & Literasi (2): NAIK XENTUNER, PULANG KE CINTAKU YANG SESUNGGUHNYA

Oleh Much. Khoiri MANUSIA boleh berencana; namun hanya Tuhan-lah yang menentukan. Ungkapan ini telah mengikat aku petang kemarin, sesaat dipungkasinya kopdar SPN di Ponpes Darul Istiqomah, Pekuniran, Maesan, Bondowoso. Ada bisikan nurani yang lembut: “Kau harus pulang malam ini. Bismillah, kuat nyetir 7 jam.” Semula aku berencana untuk menginap semalam lagi di ponpes asuhan KH. Masruri Abdul Muchit Lc. Ponpes ini sungguh menawan hati, bukan hanya lokasinya yang asri, melainkan juga indah oleh kebiasaan indah para ustadz(ah) dan 300-an santri. … Continue reading “Serial Xentuner & Literasi (2): NAIK XENTUNER, PULANG KE CINTAKU YANG SESUNGGUHNYA”

Serial Xentuner & Literasi (1): ASAL-USUL NAMA XENTUNER, MEMORI DARI DARIS

Posted on Categories Literasi 166 Comments on Serial Xentuner & Literasi (1): ASAL-USUL NAMA XENTUNER, MEMORI DARI DARIS

Oleh Much. Khoiri Apakah Anda sudah familier dengan judul di atas? Bukalah ensiklopedia terbaru dan terlengkap, dan carilah istilah-istilah itu di sana. Saya jamin, Anda tidak akan menemukannya. Amat sulit, paling tidak. Jangan silau ensiklopedia, kadang  nama Indonesia pun tidak masuk peta dunia. Jangan pula tanya glosarium, google search, dan search engine lain. Terpenting lagi, jangan tanya dukun yang sejatinya hanya mengeksploitasi ambang bawah sadar Anda. Lebih baik bertanyalah pada hati nurani (conscience) Anda sendiri. Jika belum ketemu pula, ayo … Continue reading “Serial Xentuner & Literasi (1): ASAL-USUL NAMA XENTUNER, MEMORI DARI DARIS”

MENULIS: “MENCEGAH” KEPIKUNAN, MENJAGA KEWARASAN

Posted on Categories Literasi 780 Comments on MENULIS: “MENCEGAH” KEPIKUNAN, MENJAGA KEWARASAN

Oleh: Much. Khoiri Judul tulisan ini sepintas mengada-ada, namun sejatinya tidak. Ada hubungan erat antara menulis dan kepikunan. Kata kerjanya ‘mencegah’ dalam tanda kutip. Artinya tidak harafiah, tetapi khusus alias spesial. Mencegah sama sekali, tentu, tak bisa dijamin. Lha wong ini urusan sunnatullah terkait siklus kehidupan. Menjadi tua kok dilawan? Siapa mampu? Kalau dilambatkan, masih masuk akal deh. Semua manusia jelas akan menua seiring waktu, tapi jika manusia berikhtiar agar (kelihatan) awet muda (dengan pola olahraga dan pola makan yang … Continue reading “MENULIS: “MENCEGAH” KEPIKUNAN, MENJAGA KEWARASAN”

MENULIS, BEKERJA DENGAN IRINGAN DOA

Posted on Categories Literasi 243 Comments on MENULIS, BEKERJA DENGAN IRINGAN DOA

Oleh Much. Khoiri JUDUL di atas menyiratkan bahwa menulis itu bekerja. Benarkah demikian? Tentu jawabnya tidaklah tunggal. Ada yang memaknainya sebagai kegiatan untuk kesenangan, untuk mengamalkan suatu kebaikan, atau untuk bekerja dalam memperoleh penghidupan. Untuk Anda yang menekuni dunia menulis selama ini, bagaimana Anda mendefinisikan menulis itu? Kemudian, marilah jumpai Pramoedya Ananta Toer, untuk meminjam salah satu kutipan yang terkenal (bahkan kerap diungkapan para naras umber dalam aneka pelatihan menulis), yang berbunyi begini: “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama … Continue reading “MENULIS, BEKERJA DENGAN IRINGAN DOA”