REWARD-PUNISHMENT MENDIDIK DIRI MENULIS

Posted on Categories Literasi 10,126 Comments on REWARD-PUNISHMENT MENDIDIK DIRI MENULIS

Oleh Much. Khoiri Dalam mendidik diri, kita kerap tak berani tegas menegakkan prinsip reward and punishment secara sportif dan adil—sesuatu yang begitu getol dan arogan kerap kita terapkan untuk orang lain, namun tidak untuk diri sendiri. Demikian pun dalam mendidik diri untuk menulis. Kita tak berani tegas menegakkan prinsip reward and punishment secara sportif dan adil terhadap diri sendiri. Kita hanya berani menerapkan prinsip itu kepada orang lain, termasuk mahasiswa atau siswa kita. Sementara, terhadap diri sendiri sendiri, kita sangat … Continue reading “REWARD-PUNISHMENT MENDIDIK DIRI MENULIS”

AYO BIASAKAN BLOGWALKING

Posted on Categories Literasi 11,386 Comments on AYO BIASAKAN BLOGWALKING

Oleh Much. Khoiri JIKA Anda sudah akrab dengan istilah blogwlaking, mohon maaf, tulisan ini memang disiapkan bukan untuk Anda. Namun, jika Anda belum akrab dengannya, saya ingin memperkenalkan dan mengajak Anda untuk mengenal blogwalking dan mengajak Anda membiasakannya. Secara sederhana, blogwalking itu “saling kunjung blog”—berjalan (secara virtual) dari blog satu ke blog lain, semacam berkunjung dari rumah satu ke rumah lain dari para sahabat atau kenalan yang “rumahnya” ingin dikunjungi. Apakah tujuannya, untuk saling memberi komentar atau apresiasi atas apa … Continue reading “AYO BIASAKAN BLOGWALKING”

TULISAN SAYA DALAM LIMA ANTOLOGI BARU

Posted on Categories Literasi 47 Comments on TULISAN SAYA DALAM LIMA ANTOLOGI BARU

Oleh MUCH. KHOIRI Kopdar (kopi darat) Sahabat Pena Nusantara (SPK) secara daring, pada 6 Februari 2021, yang dituanrumahi oleh STAI Ma’had Aly Al-Hikam Malang, selain menggelar webinar “Proses Menulis Kreatif dan Produktif” (narsum Ulil Abshar Abdalla dan Nurul Chomaria), juga me-launching buku-buku mandiri dan enam antologi—buah komitmen anggota SPK dalam menulis antologi setiap bulan. Dari enam antologi itu, salah satunya merupakan karya anggota SPK Tulungagung, sedangkan lima sisanya karya anggota SPK Pusat. Antologi karya SPK Tulungagung berjudul Membumikan Literasi (editor … Continue reading “TULISAN SAYA DALAM LIMA ANTOLOGI BARU”

INI: WRITING IS SELLING

Posted on Categories Literasi 489 Comments on INI: WRITING IS SELLING

Oleh: MUCH. KHOIRI “Everybody lives by selling something,” ungkap Robert Louis Stevenson (1850-1894), novelis, penyair, esais, dan penulis perjalanan Skotlandia. Penulis yang sangat inspiratif itu menegaskan bahwa setiap orang hidup dengan menjual sesuatu. Sesuatu di sini, tentu, bisa diisi dengan apapun yang bisa ditransaksikan dalam hitungan nominal dan non-nominal. Saking luasnya, sesuatu itu bisa diganti dengan sebarang “kata benda” yang produktif. Dan ia jelas dilakukan oleh setiap orang yang masih hidup. Ya, setiap orang, tanpa kecuali, menjual sesuatu dalam hidup … Continue reading “INI: WRITING IS SELLING”

HARGAI PENULIS, BELI KARYANYA

Posted on Categories Literasi 3,202 Comments on HARGAI PENULIS, BELI KARYANYA

Oleh MUCH. KHOIRI JUDUL di atas mungkin tidak sepenuhnya benar dan tepat. Nyatanya, ada orang yang mendebat bahwa menghargai penulis itu jika ia bisa memahami ilmu yang disampaikan dan kemudian mengembangkannya. Nyatanya, ada pula yang sepakat bahwa menghargai penulis bukan semata dengan memberikan imbalan serupa uang—mungkin berkat pertemanan! Anggapan bahwa menghargai penulis tidak harus dengan membeli bukunya, tentu ada benarnya. Kapan? Biasanya ketika si penulis dianggap kaya atau tidak berkesulitan dalam soal keuangan, atau berkat pertemanan. Lalu, orang begitu berbunga-bunga … Continue reading “HARGAI PENULIS, BELI KARYANYA”

NABI MUHAMMAD SAW TIDAK LITERAT?

Posted on Categories Literasi 44 Comments on NABI MUHAMMAD SAW TIDAK LITERAT?

Oleh MUCH. KHOIRI JUDUL di atas diangkat dari pemikiran bahwa Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai rasul yang ummi—tidak bisa membaca dan menulis. Pemikiran ini, dalam konteks kekinian, tentu tidak rasional, bahkan aneh. Bagaimana mungkin seorang nabi dan rasul tidak mampu membaca dan menulis? Bagaimana menyebarkan fatwanya kepada umat jika tidak menguasai dua kemahiran bahasa ini? Namun, itulah faktanya. Dalam sejarah, Nabi Muhammad SAW lahir di dalam masyarakat ummi, yang dikonotasikan sebagai buta baca dan tulis, akibat kekuatan menghafalnya luar biasa. … Continue reading “NABI MUHAMMAD SAW TIDAK LITERAT?”