Oleh: Much. Khoiri Salah satu kiat penting untuk tetap menulis adalah memiliki motto menulis yang menyandera. Maksudnya, motto itu memaksa penulis untuk selalu menulis, dan sekaligus penegur tatkala lalai menulis. Maka, canangkan di dalam hati sebuah motto yang menyandera! Dalam buku saya SOS Sapa Ora Sibuk: Menulis dalam Kesibukan (2016)—yang direproduksi dengan penambahasan beberapa esai tahun 2020—saya menegaskan pentingnya motto menulis. Dengan motto itu, penulis berkekuatan untuk melawan malas dan menghalau godaan. Meski pesan pentingnya motto hadir di dalam buku tahun 2016, … Continue reading “CANANGKAN MOTTO MENULIS YANG MENYANDERA (1)”
Motto Menulis “Write Everyday” dan “Write or Die”
Posted on May 24, 2025Categories Literasi 82 Comments on Motto Menulis “Write Everyday” dan “Write or Die”Oleh Much. Khoiri Dalam buku saya SOS Sapa Ora Sibuk: Menulis dalam Kesibukan (2016)—yang direproduksi dengan penambahasan beberapa esai tahun 2020—saya menegaskan pentingnya motto menulis. Dengan motto itu, penulis berkekuatan untuk melawan malas dan menghalau godaan. Meski pesan pentingnya motto hadir di dalam buku tahun 2016, sejatinya saya telah mempraktikkannya sejak 2013. Pada tahun itu saya mencanangkan motto “Write Everyday” (menulislah setiap hari). Pesan itu saya camkan dalam pikiran, saya jadikan background komputer, saya tempel di pintu, tembok, dan di … Continue reading “Motto Menulis “Write Everyday” dan “Write or Die””
Empat Momen Paling Potensial Meramaikan Grup Medsos
Posted on December 18, 2024December 19, 2024Categories Catatan Harian 8,271 Comments on Empat Momen Paling Potensial Meramaikan Grup MedsosOleh Much. Khoiri ANDAIKATA—sekali lagi, andaikata—ada berita duka di grup ini pagi ini, apa yang spontan akan terjadi dan apa yang kita lakukan? Tentu, tanpa diminta, ucapan bela sungkawa dan doa akan muncul hampir setiap detik, menggelontor grup, dan akhirnya memenuhi lapak grup. Apakah suasana duka terus dilanjutkan seharian? Tentu tidak! Kedukaan akan segera hilang, dan akan kembali ke suasana habitat dan ekosistem (kerja) normal masing-masing. Para pengolah data kembali ke datanya, dosen/guru kembali ke ruang mendidiknya, pejabat kembali ke … Continue reading “Empat Momen Paling Potensial Meramaikan Grup Medsos”
Unesa-Apebskid Gelar Webinar Pelestarian Seni
Posted on November 20, 2024November 20, 2024Categories Catatan Harian 979 Comments on Unesa-Apebskid Gelar Webinar Pelestarian SeniWebinar sedang membahas pelestarian seni. Dok pribadi. Surabaya–Upaya pelestarian seni lewat pendidikan dan budaya masyarakat diangkat dalam webinar sehari yang digelar FBS Universitas Negeri Surabaya dan Apebskid (Afiliasi Pengajar-Peneliti Budaya, Bahasa, Sastra, Komunikasi, Seni dan Desain) Jawa Timur (16/11). Webinar ini manifestasi kerjasama antara Unesa dan Apebskid Indonesia. Webinar dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor 1 UNESA, Prof. Dr. Madlazim, M.Si., yang menekankan pentingnya kerjasama tersebut. “Saya melihat kerjasama Unesa dan Apebskid—dalam implementasinya antara FBS Unesa dan Apebskid Jatim—akan menjadi … Continue reading “Unesa-Apebskid Gelar Webinar Pelestarian Seni”
Inilah Tiga Tantangan Utama Menulis
Posted on February 25, 2024February 27, 2024Categories Literasi 7,856 Comments on Inilah Tiga Tantangan Utama MenulisOleh Much. Khoiri SEMAKIN ke sini saya semakin yakin bahwa semua penulis sejatinya menghadapi tantangan menulis—boleh dikatakan kesulitan menulis, terutama tatkala masih dalam proses awal mempelajarinya. Tantangan itu akan menipis sejalan dengan intensitas latihan dan usaha secara sengaja untuk mengatasinya. Jika tantangan sudah ditundukkan, ia hanya akan menjadi sahabat. Frase “secara sengaja” saya gunakan di sini untuk menegaskan bahwa mengatasi tantangan menulis akan memberikan hasil optimal ketika upaya yang dicurahkan memang sungguh-sungguh, tidak main-main dan sepintas lalu. Orang yang malas … Continue reading “Inilah Tiga Tantangan Utama Menulis”
Bimbingan Menulis, Dengan Cara Keras atau Lembut?
Posted on January 1, 2024February 6, 2025Categories Literasi 68 Comments on Bimbingan Menulis, Dengan Cara Keras atau Lembut?Oleh Much. Khoiri Saya memiliki dua kelompok teman penulis yang boleh dikata penulis bimbingan—entah berapa jumlahnya, tidak perlu saya sebutkan di sini tetapi tersebar di berbagai sudut negeri. Dua kelompok itu adalah teman penulis yang memilih pembimbingan dengan ‘cara keras’, dan teman penulis yang memilih ‘cara lembut’. ‘Cara keras’ di sini merujuk ke bagaimana saya membuat mereka bisa menguasai genre tulisan sesuai kaidahnya, mulai ide, pengorganisasian ide, hingga penggunaan bahasa. Jika idenya jelek, saya katakan jelek dan harus ditemukan ide … Continue reading “Bimbingan Menulis, Dengan Cara Keras atau Lembut?”
