Tatkala Guru Penulis Mendefinisikan Teman Istimewa, Sebuah Kata Pengantar

Oleh Much. Khoiri

Menyampaikan kesan atau pendapat tentang seorang teman secara lisan, mudah dan lumrah dilakukan oleh hampir semua orang. Hampir tidak ada hambatan apa pun alias mulus dan lancar. Namun, jika mereka diminta untuk menulis kesan atau pendapat itu, nanti dulu: Berapa orang yang sanggup melakukannya?

Maksudnya, ketika ada orang yang mampu menulis tentang teman, termasuk keunikan atau keistimewaannya, itu merupakan sesuatu yang istimewa. Lebih istimewa lagi jika yang menulis tentang teman istimewa itu adalah guru penulis (teacher writer). Mengapa demikian?

Kover buku Teman yang Unik. Sumber gambar: Dok penulis

Guru penulis itu sendiri senyatanya berbeda dengan guru saja atau penulis saja. Guru penulis itu entitas profesionalisme yang menggabungkan profesi guru dan sekaligus profesi penulis. Di dalamnya ada jiwa mendidik dan sekaligus passion untuk berbagi kepada pembaca luas. Ada target keterbacaan yang harus dicapai dari apa yang ditulisnya. Keduanya mengimplisitkan pendidikan bagi masyarakat.

Ketika guru penulis menulis tentang teman yang bagi mereka unik atau istimewa, mereka telah dan akan menggali aneka informasi dan pemahaman mereka tentang teman yang bersangkutan untuk bahan menulis. Kemudian, dia menulis berkat keterampilan dan estetika menulisnya, guna menghasilkan tulisan yang bakal efektif menyapa pembaca. Dalam pikiran guru penulis, menulis itu tentu bertujuan untuk menyampaikan informasi dan pesan tentang teman yang ditulisnya kepada pembaca.

Demikianlah para guru penulis dengan tulisan-tulisan terhimpun dalam dalam buku ini. Mereka telah menulis dan mencoba “mendefinisikan” teman yang unik, yang istimewa, lewat tulisan masing-masing. Ada yang dikemas dalam tulisan gaya tuturan, ada pula yang ditulis dalam bentuk cerita—yang sepintas seperti sebuah cerita pendek. Perbedaan ini timbul para penulis dalam buku ini telah memilih genre yang disukainya untuk menggambarkan seperti apa teman yang unik atau istimewa itu.

Meski penyajiannya bisa dalam bentuk tuturan dan cerita, tulisan-tulisan pada dasarnya merupakan fakta atau pengalaman nyata, bukan imajinasi. Ditulis dalam bentuk tuturan dan cerita, diharapkan, tulisan memberikan suasana menghibur (entertainment), di samping juga memberikan nilai pendidikan. Mereka mengirimkan pesan tentang apa makna teman, dan pembaca diharapkan menangkap apa yang dimaksudkan oleh para guru penulis.

Tentu saja, pengantar ini tidak hendak mendikte pembaca dalam mencermati isi buku ini, terutama menyelami masing-masing tulisan. Saya yakin, pembaca memiliki kebebasan (otoritas) dan potensi untuk memahami teks dengan pengetahuan dan pengalaman masing-masing. Dengan begitu, pembaca diundang untuk hadir dan menyelami setiap tulisan dengan mandiri dan aktif, sehingga pembaca mampu memahami bentuk dan membuat pemaknaan baru (making meaning) atas teks-teks yang ada di dalam buku ini.

Dalam konteks ini, yang justru perlu diapresiasi lebih adalah itikad dan upaya para guru penulis ini dalam menulis kesan atau pandangan mereka tentang guru yang unik atau istimewa. Guru penulis adalah manusia-manusia langka di antara guru-guru lain di sebarang sekolah tempat mereka mengabdi. Karena langka, guru penulis pun juga sangat istimewa di mata orang yang mampu menghargai kedudukan dan pengabdian penulis.

Oleh sebab itu, kehadiran buku yang mereka tulis di tengah masyarakat sangat layak untuk diapresiasi. Upaya-upaya perjuangan yang telah mereka lakukan dan hahyati, tentu saja, tidaklah akan sia-sia sepanjang masyarakat dan negara memberikan apresiasi yang sepantasnya. Salah satunya adalah bahwa masyarakat berkenan untuk membli karya-karya mereka, atau pemerintah “hadir” untuk memberikan dukungan atas penerbitan buku.

Akhirnya, selamat membaca dan menyelami isi buku ini. Mudah-mudahan pembaca yang menikmati buku ini termasuk orang-orang yang menjadi penyambung kontinuitas pengetahuan dari generasi ke generasi. Lebih dari itu, mudah-mudahan pembaca juga mampu memetik hikmah dan inspirasinya.

Gresik, 31 Agustus 2023

*Dr. Much. Khoiri, M.Si adalah dosen kajian Sastra/Budaya FBS Unesa, pegiat literasi, founder Rumah Virus Literasi, certified editor/writer dengan 74 buku. Kini ia menyiapkan sejumlah buku literasi, budaya, dan sastra. Bisa dihubungi lewat muchkoiri@unesa.ac.id atau 081331450689.

 

Author: admin

MUCH. KHOIRI adalah dosen Kajian Budaya/Sastra dan Creative Writing, sponsor literasi, blogger, certified editor & writer 74 buku dari Unesa. Di antaranya "Kitab Kehidupan" (2021) dan "Menjerat Teror(isme): Eks Napiter Bicara, Keluarga Bersaksi" (2022).

6 thoughts on “Tatkala Guru Penulis Mendefinisikan Teman Istimewa, Sebuah Kata Pengantar”

  1. Astuti says:

    Alhamdulillah, buku ini sudah selesai cetak dan ada tambahan 1 penulis yang luar biasa. PUANG telly dengan emang uniknya Pak Supardi

  2. Daswatia Astuty says:

    Jadi bahagia membaca ini. Betapa pentingnya peran guru penulis. 🙏🏻🙏🏻👍

    1. admin says:

      Begitulah, guru penulis sangat penting bagi dunia literasi dan dunia guru sendiri

  3. N. Mimin Rukmini says:

    Mantap, Alhamdulillah! Betul kata Bunda Sri? Bunda Telly neeh yang sudah menulis Pa Supardi. Keren! Terimakasih Pak Founder! Selalu hebat!

    1. admin says:

      Oke, terima kasih banyak, bu Mimin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *