AYO MENULIS KONTEN UNTUK BLOG

Oleh: Much. Khoiri

Anggaplah sekarang Anda sudah memiliki sebuah blog pribadi, lengkap dengan menu-menu untuk memposting tulisan. Namun, apakah kepemilikan blog yang lengkap menunya itu sudah cukup? Tentu saja belum. Anda harus menyiapkan isi atau konten blog dengan menulis.

Sumber gambar: https://cozer.co.id/

Mengapa menulis konten untuk blog penting? Ya, karena konten adalah apa yang seharusnya ada di dalam blog. Tanpa konten, blog ibarat sebuah toko yang kosong, tanpa barang dagangan. Menarikkah? Tentu saja, tiada seorang pun akan mampir ke blog meski menunya komplit. Atau jika ada yang mampir, ia akan kecewa tatkala mendapati ternyata menu yang ada tidak ada isinya.

Coba bayangkan, ada sebuah toko yang baru—sebutlah toko pakaian. Dilihat dari luar, penampilannya mentereng. Ada papan nama yang mencolok, bahkan dilengkapi gambar yang menarik (eye catching). Karena baru dan mentereng, orang-orang mungkin penasaran apakah dagangannya. Nah, ketika mereka masuk ke dalam toko, dan mereka mendapatinya kosong, apa kata dunia?

Jadi, menulis konten bersifat wajib—sama wajibnya bagi pemilik toko pakaian itu untuk menyediakan barang dagangan berupa pakaian-pakaian dengan berbagai model dan warna. Seberapa beragamnya, tentu bergantung pada rencananya saat membuat toko. Menulis konten juga demikian. Seberapa beragam konten sebuah blog, itu bergantung pada rencana semula, apa saja yang akan ditayangkan di setiap menu yang tersedia.

Nah, konten apakah yang perlu disiapkan untuk blog Anda? Jika blog Anda merupakan blog pribadi, sebenarnya masalah konten adalah masalah pilihan dan selera Anda pribadi—sama seperti toko pakaian tadi, mau menjual apa pun tentu tidak ada yang melarang. Hanya saja, saya sarankan, Anda membuat blog yang “unik” dibandingkan dengan blog sebelah. Jika konten Anda mirip dengan blog sebelah, pastikan Anda juga memiliki keunikan dan keunggulan.

Jika konten Anda memiliki keunikan atau keunggulan, Anda memiliki kelebihan untuk ditawarkan kepada publik pembaca. Sebagai seorang guru, Anda bisa menulis konten berupa artikel-artikel pendidikan, aneka model pembelajaran terbaru, materi terbaru, dan sebagainya. Di samping itu, Anda juga bisa menulis pengalaman terbaik Anda dalam mengajar dan mendidik siswa selama Anda menjadi guru. Anda pun bisa menambah cerpen atau puisi yang mengandung budi pekerti untuk dipahami dan dipetik hikmahnya.

Dalam menulis konten, kita bisa belajar bagaimana pengusaha menerapkan brand marketing management untuk meraih sukses. Untuk sukses, pengusaha setidaknya menerapkan 5-P dalam usahanya: mementingkan kualitas produk (Product), cerdas dalam menetapkan harga (Price), tepat dalam menempatkan produknya (Place), gencar dalam melakukan promosi produk (Promotion), dan tepat memilih karyawan yang profesional (Person).

Prinsip pemasaran brand tersebut cocok untuk penulisan buku. Buku harus memiliki kualitas prima, harganya juga pantas alias ramah di kantong, dipajang di toko buku yang mudah dijangkau, juga dilakukan promosi besar-besaran, serta melibatkan tim yang andal. Dengan menerapkan prinsip ini, bisa diharapkan buku akan sukses di pasaran. Kok tahu? Saya telah mengalaminya!

Nah, untuk Anda yang menyiapkan konten blog (bukan berupa buku), setidaknya Anda mempertimbangkan tentang bagaimana menghasilkan tulisan yang bagus, bagaimana menempatkannya di blog, dan bagaimana mempromosikannya. (Tidak perlu memasang harga dan melibatkan asisten-asisten, karena memang ini blog pribadi.) Ketiganya saling berkaitan dan tak bisa dipisahkan. Meski demikian, perlu dicatat, yang terpenting dari ketiganya adalah tulisan itu sendiri.

Untuk menghasilkan konten tulisan yang bagus, ada beberapa tips yang mungkin berguna untuk Anda. Pertama, Anda seyogianya memilih topik yang aktual, dan memberikan wawasan baru kepada pembaca. Jangan biasa-biasa saja, apalagi gagasan lawas. Bahkan, kedua, jika nanti sudah mahir, Anda perlu menulis topik yang diinginkan pembaca, bukan semata apa yang ingin Anda tulis. Jika diinginkan pembaca, tulisan Anda akan dinantikan dan diburu oleh pembaca.

Ketiga, tulisan Anda komunikatif, dengan bahasa yang mengalir dan tidak terlalu teknis. Dalam buku Writing Is Selling (2018), saya menegaskan bahwa hakikatnya menulis itu menjual gagasan, argumentasi, imajinasi kepada pembaca. Semakin komunikatif bahasanya, konten tulisan akan sampai kepada pembaca dengan utuh dan sempurna.

Keempat, tulisan Anda memiliki nalar dan alur penyajian yang runtut dan tidak mbulet.  Dengan demikian, tulisan Anda mudah diikuti oleh pembaca, bahkan dari tingkat pendidikan mana pun. Jika tulisan Anda mbulet, bersiap-siaplah Anda untuk ditinggalkan oleh pembaca. Atau, jika pembaca itu baru, dia akan membaca sebagian saja dan kemudian tidak menjadi follower atau subscriber Anda. Jadi, tulisan yang runtut perlu diwajibkan dalam diri sendiri.

Kelima, panjang naskah tulisan perlu dipertimbangkan—jangan terlalu panjang, agar tidak membuat pembaca bosan. Secukupnya saja, Bro! Untuk artikel, panjang maksimumnya sekitar 5500 karakter atau 800 kata. Jangan hanya dua paragraf, yang belum membahasa apa-apa. Menulis pendek hanya cocok untuk puisi atau sajak; maka, jika Anda mahir berpuisi, Anda boleh menulis puisi. Untuk cerita pendek (cerpen), biasanya lebih panjang dari pada artikel—bisa sampai 1000 kata, bahkan.

Apakah Anda tiba-tiba harus memenuhi lima tips di atas? Jawabannya: tidak! Jika belum mampu, jangan khawatir. Marilah belajar dan berlatih. Istilah saya “mendidik diri menulis”. Apakah perlu belajar teori menulis? Ya, meski tidak njelimet. Dalam sebuah artikel, saya menulis “Teori itu penting, namun latihan itu wajib.” Dalam hal ini, penting untuk mendidik diri, dengan memahami teori menulis, dan kemudian mewajibkan diri untuk berlatih menulis setiap hari.

Sementara itu, untuk mendidik diri menulis, Anda bisa menerapkan merit system (reward and punishment) terhadap diri sendiri. Ketika teledor, berikan teguran, peringatan atau hukuman bagi diri sendiri. Ketika memenuhi target atau lebih, Anda harus menghadiahi diri dengan sesuatu yang “berharga” di mata Anda. Siapkah Anda? Jangan jawab dengan kata, cukup buktikan dengan perbuatan.(*)

Gresik, 15 Juli 2021

*Much. Khoiri adalah dosen, penggerak literasi, penulis 66 buku dari Unesa Surabaya; Ketua PGRI SLCC Kota Surabaya. Tulisan ini pendapat pribadi.

Author: admin

MUCH. KHOIRI adalah dosen Kajian Budaya/Sastra dan Creative Writing, penggerak literasi, blogger, editor, penulis 65 buku dari Unesa. #Kitab Kehidupan (Genta Hidayah, 2021).

7 thoughts on “AYO MENULIS KONTEN UNTUK BLOG”

  1. Hariyanto says:

    Betul Pak Haji….memikirkan blog yang unik memang perlu konsistensi menulis. Nah itu dia……biasanya dengan produktif menulis muncul idenya….dan ciri khasnya. Saya membatasi bidang pendidikan dan literasi karena saya sedang menjadi guru dan senang artikel pendidikan. Untuk literasi dalam pandangan saya adalah membuat seseorang literat. Punya kebiasaan membaca dan akhirnya menulis, walau pengertian literasi semakin berkembang namun bagian mengembangkan minat baca dan menulis itulah yang sesuai passion saya. Namunsaya akui judul Bapak kali ini sudah mengajak berliterasi menulis kinten blog. Saya suka-saya suka…..Salam literasi pak Haji. Barakallah.

  2. herna says:

    Makjleb dah. Semoga bisa istikamah menulis. Terima kasih Abah.

  3. Dhofar says:

    Pentigraf cocok…
    Hehehe

  4. Mantap Pak…… Salam dari maglearning.id dan binisan.id

  5. Astuti says:

    Ingat tulisan ojo mbulet yo

  6. Rudy SP says:

    Menulis untuk ditulis. Ditulis untuk menulis. Apakah orang lain membaca. Aku tidak tahu. Apa dipromosikan ? Juga tidak. Lalu untuk apa menulis ? Hobby. Apakah suka menulis di WA ? Semua orang pasti. Dalam tulisan yang penting tidak menyinggung SARA.

  7. Mukminin says:

    Terima kasih dapat vitamin lagi untuk lebih baik dlm berliterasi dari Abah Khoiri. Sgt bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *