BLOG SEBAGAI PENAGIH TULISAN

Oleh: Much. Khoiri

JUJUR saja, siapa yang belum memiliki blog atau website? Yang sudah berarti itu salah satu bukti komitmen untuk mendidik diri menjadi penulis. Untuk yang belum, jangan tunggu lagi, segera buatlah sebuah blog, guna menarget diri untuk membayar target capaian dan target waktu.

Selagi kita berniat untuk mendidik diri sendiri dalam menulis, dengan menerapkan reward & punishment (hadiah dan hukuman), maka membuat blog menjadi urgen sekarang. Mengapa? Dalam hal ini, blog bisa jadi penagih tulisan dari kita setiap waktu sesuai dengan penetapan kita. Ibaratnya, ia menjadi alarm bagi penulis.

Setia batik di Ceko (2019). Sumber gambar: Dok pribadi

Mengapa penagih? Tatkala waktunya tiba untuk menulis dan memasang tulisan di blog, kita akan diingatkan untuk menulis, dan kita wajib memenuhi target atau ekspektasi. Jika tidak menulis dan meng-upload tulisan, kita akan merasa sungkan sendiri. Jadi, sejalan dengan jadwal posting tulisan, kita perlu mendeklarasikan bahwa “Saya harus menulis dan mempostingnya di blog saya 3 kali sepekan.” Dan itulah konteks penagihan janji tersebut.

Dengan kalimat lain, ketika kita sudah memiliki blog, kita merasa diwajibkan (oleh diri sendiri) untuk menulis di blog. Ia sebagai bukti atau portofolio diri dalam pendidikan menulis yang sedang kita jalani. Ia sekaligus bisa digunakan sebagai dasar untuk memberikan reward (penghargaan) dan punishment (hukuman). Masing-masing punya imbalan.

Blog yang kita miliki tidak harus yang berbayar (menggunakan domain/hosting berbayar), melainkan bisa blog yang gratisan. Untuk itu, untuk membuatnya, jangan khawatir: Ambil yang gratisan tertentu tidak apa-apa, agar hemat. Misalnya, ada blogspot.com, ada pula wordpress.com. Sementara, banyak tutorial pembuatan blog di kanal Youtube, tinggal pilih dan terapkan. Latihan dulu sebelum menyelesaikan penataan blog pada umumnya.

Jangan khawatir, membuat blog tidaklah sulit. Dengan mengikuti tutorial yang sudah diperoleh itu, asalkan mau bersusah-susah sedikit saja, pastilah bisa! Kalau ada kendala, telepon teman yang lebih tahu. Yang repot adalah belum apa-apa sudah pesimistik untuk berniat membuat blog dan menulis artikel. Jangan bersikap demikian—ini lama-kelamaan bisa mematikan keberanian untuk berinovasi dan berkreativitas.

Nah, setelah blog jadi, tulisan bisa diunggah di sana, satu persatu, sesuai dengan jadwal yang ingin kita tetapkan. Mungkin kita memposting tulisan tiga kali dalam seminggu, mungkin dua kali dalam seminggu, atau setiap hari. Ini bergantung “ketetapan” sendiri yang dilandasi niat dan komitmen.

Nah, jadwal pemostingan yang rutin sesuai jadwal sendiri itulah yang merupakan “alarm penagih” bagi kita. Setiap waktu perlu memposting tulisan, seakan blog itu berteriak mengingatkan kita. Anggaplah ia berteriak sekeras-kerasnya seakan-akan tetangga sekampung mendengarnya. Dengan begitu, jika kita tidak memenuhi tuntutan teriakannya, kita akan malu yang amat sangat.

Atau, ibaratkan blog itu bertindak sebagai “debt collector” yang siap mendatangi kita sewaktu kita terlambat membayar utang tulisan. Bayangkan blog itu memasang wajah seram dan sangarnya, dengan suara keras membentak kita untuk segera menyelesaikan tulisan. Maka, saat itu pula kita akan melakukan apa yang dia minta, yakni menulis untuk blog.

Nah, begitulah cara kerja dari ungkapan ‘blog sebagai penagih tulisan’. Dan dengan cara demikian, kita akan mendidik diri secara disiplin, dan dari situlah kita akan memperoleh keiistikamahan dalam menulis. Pada tahap selanjutnya, setelah istikamah menulis, maka kita akan mengalami kekhusyu’an menulis—di mana menulis itu terasa sangat nikmat.(*)

Gresik, 12-03-2021

NB. Terima kasih untuk blogwalking (saling kunjung blog)

Author: admin

MUCH. KHOIRI adalah dosen Kajian Budaya/Sastra dan Creative Writing, sponsor literasi, blogger, certified editor & writer 74 buku dari Unesa. Di antaranya "Kitab Kehidupan" (2021) dan "Menjerat Teror(isme): Eks Napiter Bicara, Keluarga Bersaksi" (2022).

23 thoughts on “BLOG SEBAGAI PENAGIH TULISAN”

  1. Yudi says:

    Self reminder master

    1. Much. Khoiri says:

      Betul, bs jadi self-reminder.

  2. Milla Efendy says:

    Melawan rasa malas itu yang kadang terasa berat. Apalagi dg kesibukan yg tidak bisa dihindari.
    Tulisan yang sangat memotivasi pak Emcho …
    Terima kasih
    Semoga bisa mengisi blog setiap hari

    1. Much. Khoiri says:

      Melawan malas, menegakkan komitmen

    2. Much. Khoiri says:

      Isi blog setiap hari. Semangat

  3. Sri Rahayu says:

    Insya Allah komit… Matur sembah nuwun motivasinya…

    1. Much. Khoiri says:

      Mantabs, terus kita tegakkan komitmen

  4. Mudhofar says:

    Waktunya ‘nyentelake’ tulisan…
    Semangat…

    1. Much. Khoiri says:

      Betul, P Usdhof. Anggap saja menabung

  5. Hafidh says:

    Banyak penulis bilang menulis itu mudah, sampai pada titik kenikmatan yang berubah jadi candu. Sedang saya masih sangat kesulitan menulis, berhenti setelah dapat 2 paragraf.

    Sampai pada titik jemu dalam satu tulisan tersebut, beralih dengan menulis dengan tema yang lain. Setelah beberapa paragraf berhenti lagi. Begitu seterusnya yang pada akhirnya tulisan tulisan itu tidak bisa saya lanjutkan. Mohon arahan dan bimbinganya.

    1. Much. Khoiri says:

      P Hafidh, pertama, silakan membuat kerangka tulisan, semacam poin2 garis besar apa saja yg akan dititulis dlm satu topik itu. Misalnya, jika mau menulis mengajar online semasa pandemi, maka P Hafidh bisa membuat kerangka:

      “Mengajar online mapel X di masa pandemi”
      1. Mengapa perlu mengajar online?
      2. Bagaimana menyiapkan materi?
      3. Bagaimana menyiapkan media?
      4. Bagaimana prosedur mengajarnya?
      5. Simpulan?

      Setelah itu, P Hafid, silakan menukis seakan sedang berbicara. Gaya bertutur atau gaya curhat (tepatnya gaya bebas), tuangkan ide2 sesuai kerangka tsb. Jangan berhenti sebelum selesai. Terus menulis, seperti berbicara. Nah, ketika sudah selesai, istirahat sebentar, dan setelah itu bacalah draf tsb. Jika ada kekurangan, mohon tambahi, jika kelebihan, dipotong. Begitulah Pak

  6. Saling berkunjung, saling berbagi makna, saling menguatkan tonggak komitmen ….

    1. admin says:

      Leres, mekaten. Nuwun

  7. Blog adalah Alat Rekam yang ajaib dan Keajaibannya akan kita temukan seiiring lamanya kita menulis di Blog

    1. admin says:

      Sepakat sekali, Omjay. Omjay sudah lama menjadi blogger, jadi pasti banyak pengalaman

  8. sumintarsih says:

    Bismillah, saya berupaya sehari menulis 1 judul, Pak. Walaupun masih sering menulis dengan waktu lama sampai mengorbankan agenda lain. Rencana mau ngoreksi pekerjaan siswa, jadi tertunda. Semoga saya bisa menulis lebih cepat.

    1. admin says:

      Nah, ini, Bu Min perlu menulis cepat. agar agenda lain tidak terus dikorbankan.

  9. Sudut pandang yang menarik…
    Blog ibaratkan dept collector,…
    Terimakasih sudah mengingatkan Pak
    Sehat Selalu

    1. admin says:

      Terima kasih banyakj atas tanggapan yg bagus

  10. Bagus sekali blognya,. Punya saya masih belajaran….

    1. admin says:

      Ayo segera diperbaiki. Mana alamat blognya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *