MENERIMA APA YANG DIBERIKAN

Oleh Much. Khoiri

Gambar: Dokumen Pribadi

Status WA saya dalam wujud Quote of the Day hari ini berbunyi: “Filosofi Nol juga menyiratkan bahwa apa yang kita berikan akan kembali kepada kita. Ibaratnya, kita berteriak di antara dua tebing, gema teriakan itu akan memantul pada kita juga.”

Selain berbuat sebaik-baiknya tanpa pamrih tertentu dari apa yang kita lakukan atau dari siapa yang memberikan perintah, kita perlu meyakini bahwa kita akan menerima apa yang kita berikan kepada orang lain. Sekali tempo kita datangi dua tebing tinggi, lalu berteriak sekeras-kerasnya—maka, teriakan itu pun akan menggema! Pantulan teriakan yang kita dengar dari teriakan kita sendiri yang digemakan oleh dua tebing merupakan ilustrasi yang tepat untuk kembalinya apa yang kita berikan.

Meski pantulannya tidak sama persis dengan sumber teriakan, keduanya berada dalam hubungan sebab-akibat. Jika kita mau memberikan sesuatu kepada sesama, Allah akan memantulkan pemberian itu kepada kita—meski bentuknya bisa sedikit berbeda. Karena itu, tetaplah kita berbuat kebajikan, jangan kejahatan. Mengapa? Kita bertanam padi saja kadang tumbuh rumput teki di antara tanaman padi; apalagi kalau kita menanam suket teki, pastilah tidak akan memanen padi. Benar, bukan?[]

Kabede, 16/02/2021

N.B. Jangan lupa memberi tanggapan. Terima kasih

Author: admin

MUCH. KHOIRI adalah dosen Kajian Budaya/Sastra dan Creative Writing, sponsor literasi, blogger, certified editor & writer 74 buku dari Unesa. Di antaranya "Kitab Kehidupan" (2021) dan "Menjerat Teror(isme): Eks Napiter Bicara, Keluarga Bersaksi" (2022).

20 thoughts on “MENERIMA APA YANG DIBERIKAN”

  1. Mohammad Yoga Andrianto (2020B) says:

    Sangat benar pak, terimakasih atas tulisan nya

    1. admin says:

      Oke, sama2, Mas. Semoga sehat selalu. aamiin

  2. Khikma Ami - 18A says:

    Benar sekali, Pak. Dalam hidup ini saya percaya adanya “hukum sebab-akibat” atau yang kerap kali disebut orang-orang sebagai “karma”.

    1. admin says:

      Dalam istilah agama, Tepatnya adalah sunnatullah.

  3. Benar Pak, kalaupun tidak di dunia, pasti akan kita petik hasilnya di akhir kelak..

    1. admin says:

      Betul sekali, Bu Tini Sumartini. Semoga sehat selalu

  4. M. Irsyad R R. - 2018B says:

    benar sekali, pak. Dalam kehidupan ini kita percaya dan memahami betul adanya hukum sebab-akibat. Maka dari itu kita senantiasa berbuat kebaikan disetiap saat agar nantinya apa yg kembali ke diri kita juga hal yg baik pula.

    1. admin says:

      Itsyad, betul sekaali, kita harus selalu berbuat baik.

  5. Seperti kata petuah kuno, “Apa yang kau tabur, itulah yang kau tuai.” Tulisan Bapak mengingatkan saya untuk tetap berusaha berbuat baik pada siapapun dan apapun tanpa perlu memikirkan hasil akhirnya seperti apa. Sesuai dengan apa yang Bapak tulis pula, “apa yang kita berikan akan kembali kepada kita. ” saya setuju dengan bagian ini. Meski hasil yang didapat terkadang tidak sesuai dengan apa yang kita beri, namun saya tetap yakin bahwa akan ada hasil-hasil lain yang sudah dipersiapkan Allah sebagai gantinya. Terima kasih sudah berbagi tulisan ini, Pak.

    1. admin says:

      Fania, terima kasih atas tanggapan bagusnya. Sehat selalu ya

  6. Annisa Ayu Dianitami 2020 B says:

    benar sekali, pak. Saya percaya bahwa apa yang kita perbuat, khususnya perbuatan baik, akan kembali kepada kita baik sekarang ataupun nanti,

    1. admin says:

      Icha Annisa, makasih atas tanggapan bagusmu. Sehat selalu ya

  7. Syani DF - 18 B says:

    Saya setuju dengan adanya hubungan sebab-akibat. Semua yang kita perbuat tentunya juga akan terjadi kepada kita, baik itu dalam hal kebajikan ataupun sebaliknya. Terima kasih untuk tulisan kali ini, pak. Ini menjadi reminder untuk saya agar tetap berbuat baik kepada orang lain.

    1. admin says:

      Terima kasih banyak, Syani, atas tanggapanmu yang bagus. Salam sehat

  8. Cecep Gaos says:

    Tulisan singkat penuh gizi dan inspiratif. Terima kasih Pak Dosen. Barakallah…

    1. admin says:

      Aamiin, terima kasih, Pak CepGa, telah berkenan mampir di web-blog saya. Salam sehat

  9. Nadia18a says:

    Butuh beberapa detik bagi saya untuk memahami quote bapak hehe. Saya mikir kenapa perbuatan baik kita diibaratkan dengan teriakan di tebing yang menggema? Apa hubungannya? Lalu setelah membacanya baru paham Oalah iya ya benar juga. Ketika berteriak di antara 2 tebing, teriakan kita tidak akan terdengar ditempat yang sama, namun dari sumber yang jauh dan tidak diketahui. Sama hal nya dengan perbuatan baik. Ketika kita melakukan perbuatan baik ke si A, biasanya hal baik yang kita terima bukan dari si A, namun bisa saja dari si B atau bahkan si C. Alias ga bisa ditebak. Tapi ya itu loh pak, saya sebagai manusia itu kadang lupa. Lupa untuk harus berbuat baik pada siapa saja, eh malah yang jahat saya balas jahat hehe. Saya masih proses belajar pak untuk bisa berbuat baik ke semua orang. Terima kasih bapak atas tulisannya yang sangat bermanfaat dan selalu saya tunggu😄

    1. admin says:

      Nadia, memahami tulisan kadang perlu waktu sejenak. Terima kasih ya, telah mendapati tulisan ini ada manfaatnya. Semoga terus menjadi orang baik. Insyaallah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *